Kota Bekasi – Tak banyak yang tahu, perjalanan Ahmad Habibie di dunia futsal bermula tanpa peta yang jelas. Ia bahkan tak mengenal futsal saat masih duduk di bangku SMP.
Lapangan, sepatu, dan gawang kala itu hanyalah bagian dari permainan biasa sekadar mengisi waktu, tanpa mimpi besar di dalamnya.
“Dulu SMP enggak kenal futsal sama sekali,” kenang Habibie, saat ditemui dikediamanya di Kp Utan Ceger, Bekasi Selatan, Minggu (8/2/2026).
Ia tumbuh di keluarga sederhana. Ayahnya dikenal sebagai pemain sepak bola kampung yang disegani, meski hanya amatir. Namun Habibi tak sempat merasakan langsung didikan sang ayah.
Ia masih kecil ketika ayahnya meninggal dunia. Kisah tentang kehebatan ayahnya di lapangan lebih banyak ia dengar dari cerita orang-orang sekitar.
“Cuma dengar kata orang. Saudara bilang bapak saya dulu kiper yang jago,” ujarnya pelan.
Perkenalan serius dengan futsal baru terjadi saat Habibie masuk SMK Permata Bangsa, Bekasi. Sekolah itu bukan yang paling dominan dalam peta futsal Kota Bekasi, tapi satu hal membuatnya hidup: lingkungan pertemanan yang gemar bermain futsal.
Di sanalah satu nama menjadi titik balik perjalanan Habibie, Ahmad Alfyanto, atau yang akrab disapa Bang Peking. Senior sekaligus alumni SMK Permata Bangsa itu bukan hanya pelatih, tapi sosok yang menyalakan api mimpi.
“Yang pertama bikin saya termotivasi itu Bang Peking,” kata Habibie.
Bang Peking kerap melatih para junior tanpa bayaran, menyodorkan Habibie ke berbagai klub futsal, dan membuka jalan menuju dunia yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan. Dari latihan sederhana, Habibi mulai mengenal kerasnya kompetisi.
Selepas lulus SMK, hidup Habibie memasuki fase paling sunyi. Ia menganggur selama setahun. Pesan Bang Peking terngiang jelas di kepalanya: kalau setahun enggak ada hasil di futsal, cari kerja.
Setahun itu diisi dengan tarkam turnamen antarkampung panggilan ke sana-sini, tanpa gaji tetap, tanpa kepastian. Jika juara, barulah ada uang. Jika tidak, pulang hanya membawa lelah.
“Latihan tiap hari di Grand Wisata, enggak ada penghasilan, enggak ada perbulanan. Main Sabtu-Minggu, kalau juara uangnya kadang cuma cukup buat bensin,” tuturnya.
Tak ada orang tua yang mengantar, tak ada keluarga yang menunggu di pinggir lapangan. Semua dijalani sendiri. Namun Habibie tak benar-benar sendirian. Ia memiliki sahabat seperjuangan adik Bang Peking yang selalu ada dalam suka dan duka.
“Saya enggak punya motor, naik motor dia. Dia enggak punya motor, naik motor saya. Ke mana-mana berdua,” katanya sambil tersenyum.
Dari tarkam ke tarkam, jalan Habibi perlahan menanjak. Ia tampil di Porda Kota Bekasi, lalu PON Papua 2022. Dari sana, pintu futsal profesional terbuka. Tahun 2017 menjadi tonggak penting saat ia pertama kali dipanggil seleksi Timnas Futsal Indonesia U-20.
Puncaknya datang saat Habibie dipercaya memperkuat Timnas senior dan tampil di Piala Asia Futsal. Bukan hanya membawa Indonesia mencetak sejarah sebagai runner-up Asia, ia juga dinobatkan sebagai kiper terbaik Asia sebuah capaian yang tak pernah ia tulis dalam daftar mimpi masa kecilnya.
Menjadi kiper, bagi Habibie, awalnya hanyalah guyonan kampung.
“Dulu suka dibilang, ‘bapak lu jago, udah lu aja jadi kiper’. Bapak saya yang jago, kenapa saya?” ujarnya sambil tertawa kecil.
Namun guyonan itu kini menjelma takdir. Darah sang ayah seolah menemukan jalannya sendiri.
“Saya juga enggak nyangka, dari coba-coba, akhirnya sampai di titik ini,” katanya.
Jika bukan futsal, Habibie membayangkan dirinya mungkin hanya akan menjadi karyawan biasa. Tak ada bayangan panggung Asia, tak ada sorotan kamera.
“Enggak nyangka dari hobi yang awalnya cuma main-main, ternyata bisa menghidupi keluarga,” ucapnya lirih.
Kini, Ahmad Habibie berdiri sebagai simbol perjalanan tanpa jalan pintas. Tak lahir dari akademi elite, tak dibesarkan sistem besar. Ia tumbuh dari lapangan kampung, dari motor pinjaman, dari uang bensin hasil juara tarkam.
Dan dari sana, seorang anak Bekasi menjelma menjadi kiper terbaik Asia.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)












