Kota Bekasi – Kemacetan kronis di perlintasan sebidang Jalan Perjuangan dan Jalan Pahlawan akhirnya bergerak dari wacana ke tahap konkret.
Pemerintah Kota Bekasi mematok target pembebasan lahan flyover Jalan Pahlawan Bulak Kapal rampung tahun ini, sementara pembebasan lahan underpass Jalan Perjuangan–Stasiun Bekasi dijadwalkan mulai 2027.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan dua proyek ini menjadi prioritas untuk mengurai simpul kemacetan menahun di kawasan padat tersebut.
“Target kami, 2028–2029 pembangunan underpass di Jalan Perjuangan bisa diselesaikan,” ujar Tri, Senin (23/2/2026).
Underpass Perjuangan: Relokasi PMI & Fasilitas Olahraga
Proyek underpass di Jalan Perjuangan akan berdampak pada sejumlah fasilitas, termasuk gedung Palang Merah Indonesia (PMI) dan lapangan tenis. Pemkot menyiapkan relokasi ke Kelurahan Kayuringin Jaya, termasuk pembangunan venue olahraga pengganti.
“Gedung PMI dan lapangan tenis akan terdampak. PMI sudah kami arahkan pindah ke SD Kayuringin. Venue tenis juga akan kami siapkan di lokasi baru,” jelasnya.
Langkah relokasi ini menjadi bagian dari tahapan krusial sebelum konstruksi dimulai, mengingat area tersebut berada di koridor strategis sekitar Stasiun Bekasi dengan mobilitas tinggi.
Flyover Bulak Kapal: Lahan 2026, Fisik oleh Pemprov
Sementara itu, pembebasan lahan flyover Jalan Pahlawan Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur ditargetkan tuntas pada 2026. Pembangunan fisik akan dikerjakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan Pemkot Bekasi bertanggung jawab pada penyediaan lahannya.
Tri mengungkapkan dukungan anggaran dari provinsi saat ini baru sekitar Rp30 miliar dari total kebutuhan Rp250 miliar. Meski begitu, ia mengaku telah memperoleh komitmen kelanjutan proyek setelah lahan siap.
“Pak KDM menyampaikan, kalau lahannya selesai, pembangunan pasti dituntaskan oleh Pemprov,” katanya.
Mengurai Simpul Lama
Perlintasan sebidang di dua titik tersebut selama bertahun-tahun menjadi sumber antrean panjang, terutama saat palang pintu kereta tertutup pada jam sibuk pagi dan sore. Volume kendaraan yang tinggi, ditambah aktivitas ekonomi dan perkantoran di sekitarnya, membuat kawasan ini nyaris tak pernah benar-benar lengang.
Dengan skema perlintasan tidak sebidang—flyover di Bulak Kapal dan underpass di Jalan Perjuangan—Pemkot berharap solusi yang dihadirkan bersifat permanen, bukan tambal sulam lalu lintas.
Namun, keberhasilan proyek tetap bergantung pada dua faktor kunci: kelancaran pembebasan lahan dan konsistensi dukungan anggaran provinsi. Jika kedua tahapan itu berjalan sesuai rencana, 2028–2029 bisa menjadi titik balik bagi wajah lalu lintas Kota Bekasi—mengakhiri kemacetan yang selama ini menjadi momok warga.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













