Bekasi  

Siasat Harris Menjaga Harmoni dari Meja Camat

Bagi Harris, kerukunan umat beragama dan harmoni sosial di Bekasi bukan barang jadi yang turun dari langit. Ia harus dirawat lewat dialog yang tembus hingga ke akar rumput.

Bekasi - Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe saat menghadiri acara penguatan pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama besama para luran dan camat. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe saat menghadiri acara penguatan pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama besama para luran dan camat. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, tampak sedang memacu mesin birokrasinya. Di hadapan para camat dan lurah, Harris tak hanya bicara soal administrasi rutin, melainkan menekankan satu pesan krusial: perkuat sinergi untuk membendung potensi retakan sosial di Kota Bekasi.

Bagi Harris, kerukunan umat beragama dan harmoni sosial di Bekasi bukan barang jadi yang turun dari langit. Ia harus dirawat lewat dialog yang tembus hingga ke akar rumput.

“Pertemuan ini adalah ruang interaksi. Hasilnya harus sampai ke bawah, hingga lingkup RW dan RT,” ujarnya saat memberikan arahan dalam ajang koordinasi perangkat wilayah tersebut.

Pernyataan Harris bukan tanpa alasan. Ia sempat menoleh ke belakang, mengungkit peristiwa unjuk rasa pada Agustus lalu yang sempat memicu tensi di beberapa titik.

Berita Bekasi Lainnya  Wakil Wali Kota Bekasi Gagal Ikuti Vaksin Sinovac

Menurut dia, pemadaman api konflik saat itu berhasil dilakukan justru karena mesin kolaborasi antara Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga perangkat wilayah di tingkat bawah bekerja beriringan.

Namun, Harris menyadari tantangan Bekasi ke depan jauh lebih kompleks. Di tengah ambisi menyulap Bekasi menjadi kota global yang berdaya saing, ia mewanti-wanti anak buahnya agar tidak hanya jago membuat keputusan di atas kertas.

“Bangun komunikasi yang baik dan apa adanya kepada publik,” kata Harris menekankan pentingnya transparansi komunikasi. Baginya, kejujuran birokrasi adalah kunci agar kebijakan tidak berjarak dengan realitas di lapangan.

Harris memaparkan sejumlah titik rawan yang berpotensi memicu gesekan di wilayah.

Ia meminta para pimpinan wilayah tidak sekadar menjadi penonton, melainkan penyelesai masalah (problem solver) yang bijak.

Berita Bekasi Lainnya  Kadinkes Bekasi: Vaksinasi Dosis Ketiga Lansia Baru Capai 3,98 Persen

Sinergi lintas sektor, dalam kacamata Harris, adalah satu-satunya benteng untuk memastikan Bekasi tetap menjadi kota yang nyaman dihuni di tengah keberagaman yang cair.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *