Bekasi  

Gula Sehat, Kaki Selamat: Eka Hospital Bekasi Edukasi Pasien Cegah Komplikasi Diabetes

Hospital Director Eka Hospital Bekasi, dr. Liong Ajub, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi pasien dan masyarakat untuk memahami penanganan diabetes secara menyeluruh sejak dini.

Bekasi – Guna menekan angka komplikasi penyakit diabetes yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, Eka Hospital Bekasi menggelar kegiatan gathering pasien dan talkshow kesehatan bertajuk “Gula Sehat, Kaki Selamat” pada Minggu (10/5/2026).

Acara yang memadukan kegiatan senam bersama dan edukasi medis ini bertujuan menyadarkan masyarakat bahwa pengelolaan diabetes tidak hanya soal menurunkan angka gula darah, tetapi juga mencegah risiko amputasi akibat luka kaki diabetik.

Hospital Director Eka Hospital Bekasi, dr. Liong Ajub, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wadah bagi pasien dan masyarakat untuk memahami penanganan diabetes secara menyeluruh sejak dini.

“Kami ingin memberikan edukasi yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat. Tidak hanya fokus pada pengobatan, kami berharap kegiatan ini membantu pasien lebih peduli terhadap kesehatan kaki dan mempercayakan penanganan pada layanan yang tepat,” ujar dr. Liong Ajub di sela-sela acara, Minggu.

Berita Bekasi Lainnya  Empat Tahun Tak Diambil, Motor di Stasiun Tambun Tagih Parkir Rp21,9 Juta

Bahaya Kaki Diabetes dan Risiko Amputasi

Dalam sesi talkshow, dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Melisa Diah Puspitasari dan dr. Hendra Wibowo, memaparkan bagaimana kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah dan saraf, terutama di area kaki.

Kondisi yang dikenal sebagai kaki diabetes ini sering kali tidak disadari oleh pasien karena berkurangnya rasa nyeri (neuropati). Jika terjadi luka kecil dan tidak ditangani dengan prosedur medis yang benar, infeksi dapat menyebar luas hingga memaksa tindakan amputasi.

Para narasumber menekankan pentingnya deteksi dini dengan memeriksa kondisi kaki setiap hari.

Kemudian dengan kontrol berkala gula darah guna menjaga pola makan dan gaya hidup aktif hingga penanganan vaskular dengan memperbaiki aliran pembuluh darah jika sudah terjadi penyumbatan.

Berita Bekasi Lainnya  Begal Modus COD Terjadi di Bekasi, Korban Kehilangan Motor dan HP, Tangan Nyaris Putus

Layanan Terintegrasi Diabetes Connection Care (DCC)

Diabetes saat ini menempati posisi ketiga sebagai penyebab kematian terbesar di Indonesia setelah stroke dan jantung koroner. Mengantisipasi lonjakan kasus yang diprediksi WHO pada 2030, Eka Hospital memperkenalkan layanan unggulan Diabetes Connection Care (DCC).

Pusat layanan ini merupakan yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu secara profesional. Dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, DCC memadukan keahlian spesialis konsultan diabetes endokrinologi (Sp.PD-KEMD) dengan konsultan bedah vaskular.

“Layanan ini menangani pasien mulai dari tahap promotif, preventif, hingga rehabilitatif. Fokus kami adalah pengendalian gula darah sekaligus kontrol infeksi untuk memperbaiki pembuluh darah tanpa harus menempuh jalan amputasi jika memungkinkan,” tulis manajemen Eka Hospital dalam keterangannya.

Layanan DCC kini telah tersedia di seluruh cabang Eka Hospital, termasuk Bekasi dan BSD, dengan mengadopsi strategi klinis berbasis bukti internasional (evidence-based medicine) guna meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes di Indonesia.

Berita Bekasi Lainnya  Layanan Vaksinasi Moderna Kini Ada di Stadion PCB

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *