Bekasi — Arak -arakan tradisional Sisingaan yang berujung insiden di Kampung Cibeureum, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/5/2026) menjadi perhatian serius PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikarang.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lemah Abang, David Ade Wijaya, mengimbau para penyelenggara acara dan masyarakat yang menggunakan peralatan berdimensi tinggi untuk melakukan koordinasi vertikal sebelum menggelar kegiatan.
Pasca-insiden yang melibatkan instalasi pengeras suara tersebut, PLN langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengamanan lokasi dan perbaikan jaringan distribusi yang terdampak guna memulihkan keandalan pasokan listrik pelanggan.
David menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi keselamatan ketenagalistrikan, aktivitas publik wajib menjaga jarak aman minimal 3 meter dari bentangan kabel udara, baik secara horizontal maupun vertikal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan ketentuan jarak aman dan menghindari aktivitas yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan listrik. Khusus pada kegiatan yang menggunakan kendaraan hias, panggung bergerak, alat berat, sound horeg, maupun peralatan berukuran tinggi lainnya, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar David, Rabu (3/6/2026).
David mengklaim bahwa seluruh tiang dan jaringan transmisi milik PLN di wilayah Bekasi telah dibangun, dioperasikan, dan dipelihara sesuai standar ruang bebas minimal dari permukaan tanah. Namun, kemunculan kendaraan atau perangkat dengan modifikasi dimensi di atas batas normal kerap memicu ruang potong yang berbahaya di lapangan.
Melalui koordinasi awal, PLN dapat memetakan potensi risiko di sepanjang rute yang akan dilalui, memberikan asistensi teknis, atau melakukan rekayasa jaringan sementara. Langkah mitigasi ini krusial agar agenda publik tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan nyawa atau memicu pemadaman massal akibat korsleting.
Senada dengan PLN, Kepala Polsek Cikarang Utara, Ajun Komisaris Polisi Noach Hendrik, meminta masyarakat tidak lagi teledor membiarkan awak di lapangan mengangkat atau memindahkan sendiri kabel yang melintang di jalan secara manual.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak aman dari jaringan listrik, tidak mengoperasikan peralatan yang berpotensi mendekati jaringan, serta segera melapor jika menemukan kondisi darurat. Kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan kelistrikan,” kata Noach.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, mengingatkan bahwa pengawasan utilitas bawah tanah maupun udara tidak bisa bertumpu pada operator semata, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif. Kepatuhan terhadap batas aman ruang bebas siber dan transparansi perizinan rute pawai ke depan akan diperketat bersama jajaran kepolisian dan pemerintah daerah demi mencegah berulangnya tragedi serupa.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas yang dilakukan di sekitar jaringan listrik. Kepatuhan terhadap jarak aman, koordinasi sebelum pelaksanaan kegiatan, serta kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk mencegah kecelakaan dan menjaga keandalan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan,” tutup Wiedhyarno.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.











