Bekasi  

Kematian Dua Remaja di Selokan Cimuning Masih Misteri, Polisi Tangkap Empat Orang

Bekasi - Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. Foto: Septian/Gobekasi.id
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro. Foto: Septian/Gobekasi.id

Bekasi – Polisi bergerak cepat mengungkap kasus kematian dua remaja di Jalan Raya Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Dalam waktu kurang dari 24 jam, empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut berhasil diamankan.

Dua korban yang meninggal dunia diketahui berinisial D (17) dan K (19). Keduanya ditemukan tewas di dalam selokan usai insiden yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, Jumat (19/6/2026). Sementara seorang remaja lainnya berinisial MIA (18) selamat meski mengalami luka-luka.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan pihaknya masih mendalami motif di balik kejadian tersebut. Polisi juga belum dapat memastikan apakah peristiwa itu merupakan aksi begal atau bentuk tindak kekerasan lainnya.

“Kami sangat prihatin dan berduka cita kepada keluarga korban. Ada dua orang yang meninggal dunia. Alhamdulillah sore ini kami sudah bisa mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku. Untuk motifnya masih kami pelajari,” ujar Kusumo.

Menurut dia, penyidik menemukan adanya luka penganiayaan pada tubuh korban. Namun, detail luka dan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga sempat mengalami kecelakaan sebelum mendapat tindakan kekerasan. Polisi menemukan indikasi korban menabrak trotoar hingga terjatuh ke area selokan.

“Korban terlihat terjatuh di sekitar selokan. Ada indikasi mereka menabrak trotoar terlebih dahulu, kemudian terjatuh. Setelah itu ada pelaku yang menghampiri,” katanya.

Hingga kini polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi. Kendaraan milik korban telah diamankan, sementara dugaan penggunaan senjata tajam masih didalami.

Terkait isu tawuran yang sempat beredar, Kusumo menyebut belum ada saksi yang melihat secara langsung adanya bentrokan antarkelompok di lokasi kejadian.

“Di lokasi tidak ada yang melihat terjadinya aksi tawuran. Namun, bahwasanya terjadi seperti penganiayaan, dugaannya seperti itu,” ungkapnya.

Saat ini jenazah kedua korban masih menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Polri. Sementara empat orang yang diamankan masih diperiksa intensif guna mengungkap motif dan peran masing-masing dalam kasus tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *