Bekasi — Rentetan insiden mati lampu dan pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir memicu gelombang keluhan dari masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat memastikan bahwa denyut pelayanan publik di lingkungan pemkot tidak akan lumpuh dan tetap berjalan 100 persen optimal.
Sengkarut pemadaman ini mencuat setelah akun media sosial resmi milik pimpinan daerah dibanjiri oleh pesan langsung dari netizen. Warga mengeluhkan aktivitas harian serta roda ekonomi rumahan mereka terganggu akibat pasokan listrik PLN yang tidak stabil.
Guna mengantisipasi terjadinya mogok massal pada sistem administrasi kependudukan dan perizinan, instruksi tegas langsung dikeluarkan kepada seluruh instansi pelayanan publik untuk menyiagakan fasilitas Generator Set (genset) cadangan.
Langkah taktis ini diambil agar sistem komputerisasi pelayanan tidak mengalami mati mendadak, terutama pada jam-jam sibuk saat warga tengah mengantre.
“Warga tidak perlu khawatir, kami telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan unit pelayanan publik untuk menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penggunaan genset agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” jelas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Senin (22/6/2026).
Di sisi lain, Pemkot Bekasi juga meniup peluit gerakan hemat energi. Menariknya, aksi penghematan ini tidak hanya dibebankan kepada masyarakat, melainkan dimulai langsung dari dalam birokrasi pemerintahan sendiri.
Salah satu kebijakan ekstrem yang diambil adalah memberlakukan pola kerja Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah setiap hari Jumat bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Dengan kebijakan ini, gedung-gedung pemerintahan dapat meminimalkan penggunaan pendingin ruangan (AC) dan lampu, yang otomatis memotong konsumsi daya listrik kota secara signifikan pada akhir pekan.
“Kami telah menerapkan kebijakan WFH setiap hari Jumat. Pertemuan dilakukan secara daring (online) sehingga pegawai tidak perlu banyak melakukan perjalanan dinas maupun mobilitas yang tidak diperlukan,” urainya.
Selain menjadi oase di tengah krisis suplai listrik regional, kebijakan “Jumat Daring” ini diakui membawa dampak positif pada kantong kas daerah.
Berbagai rapat koordinasi rutin antar-dinas yang biasanya memakan ruang dan energi, kini dialihkan sepenuhnya menggunakan aplikasi telekonferensi.
Langkah digitalisasi kerja ini terbukti ampuh dalam memangkas biaya operasional perkantoran serta menekan anggaran saku perjalanan dinas aparatur sipil yang tidak mendesak.
Pemkot Bekasi berharap perpaduan antara kesiagaan genset di sektor pelayanan dasar dan efisiensi energi lewat WFH ini dapat menjaga stabilitas aktivitas publik hingga kondisi kelistrikan regional kembali normal.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













