Bekasi  

Danantara Gandeng Perusahaan Asal Tiongkok Everbright Harmony, Proyek PSEL Kabupaten Bekasi Target Groundbreaking Akhir 2026

Bekasi - Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja didampingi Sekretaris Daerah Endin Samsudin serta para Asisten Daerah melakukan Rapat Koordinasi PSEL dengan Danantara di Ruang Rapat Kerja Plt. Bupati Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, Rabu (22/07/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja didampingi Sekretaris Daerah Endin Samsudin serta para Asisten Daerah melakukan Rapat Koordinasi PSEL dengan Danantara di Ruang Rapat Kerja Plt. Bupati Komplek Pemkab Bekasi Cikarang Pusat, Rabu (22/07/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk merealisasikan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (Waste to Energy/PSEL) memasuk babak baru.

Danantara Investment Management secara resmi menunjuk Everbright Harmony, raksasa pengelola energi sampah asal Tiongkok, sebagai mitra strategis pelaksana pembangunan proyek PSEL di Kabupaten Bekasi.

Penetapan mitra investasi tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi percepatan proyek yang dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama jajaran Direksi Danantara Investment Management dan jajaran OPD teknis di Ruang Rapat Bupati, Cikarang, Rabu, 22 Juli 2026.

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, membeberkan bahwa Pemkab Bekasi telah mematangkan karpet merah berupa kesiapan infrastruktur dan lahan selama satu tahun terakhir demi menjamin kelancaran megaproyek lingkungan ini.

“Seluruh persyaratan utama pembangunan PSEL telah kami siapkan, mulai dari penyediaan lahan seluas lima hektare yang kini telah menjadi aset pemerintah daerah hingga anggaran sebesar Rp16,5 miliar untuk proses pematangan lahan. Kami juga memprioritaskan pelebaran akses jalan dan pembangunan jembatan menuju lokasi,” tegas Asep, Rabu (22/7/2026).

Dokter Asep menguraikan, keberadaan PSEL sudah sangat mendesak mengingat volume sampah Kabupaten Bekasi yang dihuni 3,4 juta jiwa dan ribuan kawasan industri saat ini telah menyentuh angka fantastis, yakni sekitar 1.300 ton per hari.

Pada tahap awal operasionalnya, pabrik PSEL ini diproyeksikan mampu menyerap dan mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari, sebelum nantinya kapasitas pengolahan ditingkatkan secara bertahap seiring optimalisasi moda pengangkutan.

“Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tambah Asep.

Sementara itu, Direktur Investasi Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mengapresiasi keaktifan Pemkab Bekasi dalam memitigasi kendala lahan dan aksesibilitas proyek.

Fadli memaparkan, jadwal konstruski (timeline) PSEL Kabupaten Bekasi akan digenjot mulai tahun ini dengan memfokuskan penyelesaian cetak biru desain teknis, sebelum masuk ke tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).

Penyelesaian tahap desain & groundbreaking (Akhir 2026 / Paling lambat Januari 2027). Masa kontruksi berlangsung sekitar 2 tahun (2027–2028) dan target operasional komersial beroperasi penuh pada tahun 2029.

“Kami melihat komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat kuat dalam menyiapkan seluruh kebutuhan proyek. Dengan sinergi yang terus terjalin, kami optimistis pembangunan PSEL dapat berjalan sesuai target sehingga fasilitas ini segera beroperasi dan menjadi solusi pengelolaan sampah modern bagi Kabupaten Bekasi,” pungkas Fadli.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *