Bekasi — Gelombang musim kemarau mulai memukul sektor ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mendata setidaknya 2.592 hektare lahan pertanian warga kini masuk dalam kategori terancam kekeringan. Bahkan, 75 hektare di antaranya telah terdampak kekeringan secara langsung.
Subkoordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, membeberkan bahwa fenomena kekeringan yang melanda wilayahnya memiliki karakteristik dan pemicu yang berbeda antara zona utara dan zona selatan.
“Wilayah yang terancam antara lain Tambelang, Pebayuran, Cabangbungin, dan Sukawangi. Kawasan utara ini terdampak karena merupakan lahan sawah irigasi teknis,” ungkap Dodo, Rabu (22/7/2026).
Penurunan debit air baku pada saluran irigasi utama dari hulu membuat pasokan air menuju petakan sawah petani di kawasan utara tersendat.
Kondisi kontras terjadi di kawasan selatan Kabupaten Bekasi. Dodo menjelaskan, wilayah selatan sangat menggantungkan pasokan airnya pada siklus curah hujan harian lantaran keterbatasan jaringan irigasi.
“Daerah selatan yang terdampak meliputi Serang Baru, Cibarusah, dan Bojongmangu. Lahan di sana tergolong sawah tadah hujan, sehingga sangat rentan kekeringan saat hujan jarang turun,” beber Dodo.
Guna mencegah meluasnya potensi gagal panen (puso), Dinas Pertanian bersama instansi terkait kini tengah mengupayakan pengerahan pompa-pompa air darurat (pompanisasi) ke titik-titik krusial yang masih menyimpan sumber air permukaan, sembari berkoordinasi dengan pengelola bendungan untuk mengoptimalkan gilir-giling aliran air irigasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













