Bekasi  

Rumah Makan Gratis di Jatiasih Bantu Lansia Sebatang Kara Penuhi Kebutuhan Makan

Bekasi - Rumah Makan Gratis (RMG) yang digagas Yayasan Damaris Pancasila Indonesia di Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi, menjadi penopang kebutuhan makan bagi warga kurang mampu. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Rumah Makan Gratis (RMG) yang digagas Yayasan Damaris Pancasila Indonesia di Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi, menjadi penopang kebutuhan makan bagi warga kurang mampu. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi – Program Rumah Makan Gratis (RMG) yang digagas Yayasan Damaris Pancasila Indonesia di Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi, menjadi penopang kebutuhan makan bagi warga kurang mampu, termasuk para lanjut usia (lansia) yang hidup seorang diri.

Salah seorang penerima manfaat, Bekti, mengaku rutin datang ke RMG setelah mengetahui informasi tersebut dari temannya. Sejak istrinya meninggal dunia, ia harus menjalani hari-hari seorang diri karena anak-anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah.

“Karena istri saya sudah meninggal, di rumah tidak ada yang memasak. Anak-anak juga sudah menikah, jadi saya makan ke sini,” ujar Bekti, Rabu (29/7/2026).

Sebelum mengenal RMG, Bekti membeli makanan di warung sekitar rumahnya. Kini, biaya makan sehari-hari dapat dihemat berkat program tersebut.

Bekasi - Bekti, salah seorang penerima manfaat Rumah Makan Gratis (RMG) yang digagas Yayasan Damaris Pancasila Indonesia di Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Bekti, salah seorang penerima manfaat Rumah Makan Gratis (RMG) yang digagas Yayasan Damaris Pancasila Indonesia di Jalan Raya Jatiasih, Kota Bekasi. Foto: Septian/Gobekasi.id.

“Program ini sangat membantu, terutama untuk lansia seperti saya,” katanya.

Koordinator Yayasan Damaris Pancasila Indonesia Wilayah Jabodetabek, Erna Agustin, mengatakan RMG merupakan pengembangan dari program berbagi nasi kotak yang telah dijalankan sejak 2018.

Menurut dia, rumah makan tersebut menyediakan 100 porsi makanan setiap hari bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun status sosial.

“Siapa saja yang membutuhkan bisa datang. Tidak ada syarat administrasi ataupun menunjukkan KTP. Pengunjung cukup mengambil kupon antrean yang kami bagikan mulai pukul 11.45 WIB,” ujar Erna.

Ia menjelaskan seluruh biaya operasional program berasal dari donasi masyarakat yang disalurkan melalui yayasan dan dikelola secara transparan.

Sementara itu, Asisten Koordinator Yayasan Damaris Pancasila Indonesia Wilayah Jabodetabek, Tujuh Silaban, mengatakan seluruh petugas yang terlibat merupakan relawan. Pihaknya juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan makanan dan pelayanan kepada pengunjung.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat membuat 100 porsi makanan yang disediakan setiap hari kerap habis. Karena itu, yayasan berencana membuka cabang baru di sejumlah wilayah agar lebih banyak warga yang dapat merasakan manfaat program tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *