Bekasi  

RW 14 Pekayon Jaya Bakal Disulap Jadi Kampung Tematik Pasundan, Wali Kota Tri Adhianto Turun Tangan

Bekasi - RW 14 Pekayon Jaya Bekasi ditargetkan jadi Kampung Tematik Pasundan. Wali Kota Tri Adhianto tinjau lokasi, puji gerakan TOGA warga, hingga peroleh dukungan Pemprov Jabar. Foto: Ist/Gobekasi.id.
RW 14 Pekayon Jaya Bekasi ditargetkan jadi Kampung Tematik Pasundan. Wali Kota Tri Adhianto tinjau lokasi, puji gerakan TOGA warga, hingga peroleh dukungan Pemprov Jabar. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong inovasi pengembangan wilayah berbasis kearifan lokal. Kali ini, RW 14 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, ditargetkan untuk dikembangkan menjadi Kampung Tematik bernuansa Pasundan pertama di Kota Bekasi.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat melakukan peninjauan lapangan guna melihat potensi lingkungan serta kreativitas warga dalam membangun kawasan berkarakter budaya Sunda, Selasa (29/9/2026).

Tri Adhianto menilai kawasan RW 14 memiliki potensi yang sangat kuat untuk diangkat menjadi kampung tematik karena struktur bangunan dan suasana lingkungannya sudah mencerminkan kultur kesundaan.

Pemerintah kota nantinya akan memberikan dukungan fasilitas pendukung serta melakukan perbaikan infrastruktur penunjang.

“RW 14 yang ada di Pekayon Jaya ini kita coba jadikan sebuah kampung tematik. Sebetulnya tinggal di-upgrade lagi karena bangunannya sudah mencirikan suasana kesundaan atau Pasundan. Nanti kita tambahkan beberapa fasilitas pendukung,” ujar Tri Adhianto.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkot Bekasi juga akan membenahi aksesibilitas menuju lokasi agar lebih representatif bagi wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung.

“Saya sudah janji, dari depan nanti kita coba aspal, sehingga warga masyarakat yang hadir bisa melihat dan merasakan suasana Kampung Pasundan ini,” tambahnya.

Inovasi Lingkungan Sehat: Wajib 5 Tanaman TOGA dan Urban Farming Rooftop

Selain keunggulan di bidang budaya, RW 14 Pekayon Jaya juga mendapat apresiasi tinggi atas keberhasilannya menerapkan konsep lingkungan sehat dan mandiri pangan secara masif.

Warga di kawasan ini diwajibkan menerapkan kebijakan satu rumah tangga menanam minimal lima tanaman obat keluarga (TOGA).

Tidak hanya di pekarangan, kreativitas warga juga merambah ke pemanfaatan ruang vertikal seperti area rooftop (atap rumah) untuk berkebun.

Menariknya, warga menerapkan tradisi saling berbagi hasil panen antartetangga—misalnya menukar hasil panen cabai dengan terong—sebagai wujud nyata budaya gotong royong.

“Ini menunjukkan kehidupan gotong royong, saling peduli, dan saling empati. Ini mudah-mudahan bisa mencirikan khas Kota Bekasi, kota yang harmoni di antara seluruh agama, suku, dan bangsa,” ungkap Wali Kota.

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar dan Dukungan Bambu dari KDM

Dalam pengembangan proyek Kampung Pasundan ini, Pemkot Bekasi turut menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat peninjauan berlangsung, Tri Adhianto sempat berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat melalui sambungan video singkat untuk memaparkan rencana pengembangan budaya Sunda di wilayah tersebut.

Inisiatif ini langsung direspons positif oleh Gubernur Jawa Barat yang memberikan dukungan penuh, termasuk pengiriman bantuan material bambu guna memperkuat ornamen dan arsitektur khas Sunda di RW 14 Pekayon Jaya.

Di akhir peninjauannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa keberhasilan kampung tematik ini sangat bergantung pada sinergi dan partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga identitas budaya serta kebersihan lingkungan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *