Bekasi  

ASN Bekasi Serbu Pasar, Pedagang: Jangan Cuma Jumat, Kalau Bisa Setiap Hari

Bekasi - Ribuan ASN Pemkot Bekasi serbu Pasar Baru Bekasi lewat program Gebrak Pasar (2/10/2026). Pedagang sambut antusias dan minta kegiatan tidak hanya saat hari Jumat. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Ribuan ASN Pemkot Bekasi serbu Pasar Baru Bekasi lewat program Gebrak Pasar (2/10/2026). Pedagang sambut antusias dan minta kegiatan tidak hanya saat hari Jumat. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi – Suasana Pasar Baru Bekasi berbeda pada Jumat (2/10/2026). Sejumlah ASN Pemerintah Kota Bekasi ramai-ramai datang dan berbelanja kebutuhan rumah tangga melalui program Gebrak Pasar.

Bukan sekadar berkunjung, para ASN diarahkan untuk ikut bertransaksi langsung dengan pedagang. Pemkot Bekasi menargetkan lebih dari 1.000 ASN, termasuk jajaran BUMD dan Bank BJB, ikut dalam kegiatan tersebut.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan gerakan itu menjadi upaya menghidupkan kembali pasar-pasar yang mulai ditinggalkan pembeli. ASN juga diminta memberi contoh dengan berbelanja langsung di pasar.

“Kalau menurut hitungan kita, ASN yang datang seharusnya di atas 1.000. Tadi ada BJB dan juga BUMD. Hitungan awal kemarin sekitar 1.000, tetapi hari ini belum saya cek. Harusnya lebih dari 1.000,” kata Tri.

Tri mengatakan setiap ASN diharapkan membelanjakan sedikitnya Rp100 ribu. Kegiatan serupa rencananya kembali dilakukan pada minggu pertama setiap bulan.

“Kita harapkan belanja mingguan aparatur dilakukan di pasar. Makanya kita lakukan setiap minggu pertama di awal bulan. Tanggal satu uang sudah masuk ke rekening masing-masing aparatur, kemudian pada minggu tersebut kita belanja di pasar,” ujarnya.

Ramainya pembeli pada Jumat tersebut disambut baik pedagang. Namun, mereka berharap peningkatan jumlah pengunjung tidak hanya terjadi ketika ASN menggelar program belanja bersama.

Salah satu pedagang, Arif, mengatakan aktivitas perdagangan di pasar mengalami penurunan sejak relokasi. Ia menyebut penurunannya hampir mencapai separuh.

“Kalau soal penurunan, pasti ada. Sejak pindah ke sini memang menurun karena ada yang pindah ke pasar baru. Penurunannya hampir 50 persen,” kata Arif.

Menurutnya, kegiatan seperti Gebrak Pasar cukup membantu mendatangkan pembeli. Ia pun berharap program tersebut bisa berlangsung lebih sering.

“Untuk program seperti ini, saya setuju. Alhamdulillah. Kalau bisa jangan cuma hari Jumat, tapi setiap hari, biar lebih ramai,” ujarnya.

Salah satu ASN BKPSDM Kota Bekasi, Istri Mulyani, mengaku suasana pasar yang ramai membuatnya tertarik untuk kembali berbelanja. Ia menghabiskan sekitar Rp120 ribu untuk membeli sejumlah kebutuhan, di antaranya tomat, cumi asin, teri Medan, mangga dan pisang.

“Dengan adanya kegiatan ini, mungkin ke depan saya akan lebih sering belanja di sini. Ternyata banyak sayuran yang segar dan macamnya juga banyak dalam satu tempat, jadi tidak perlu ke mana-mana lagi,” katanya.

Selain mendorong transaksi, Tri mengatakan Pemkot Bekasi akan mengevaluasi fasilitas pasar. Ia menyebut kebutuhan lift barang dan eskalator menjadi salah satu perhatian agar pasar lebih mudah diakses, terutama oleh ibu-ibu dan lansia.

Tri juga meminta pedagang menjaga kebersihan lingkungan pasar. Menurutnya, pasar yang rapi dan nyaman dapat membuat masyarakat semakin tertarik untuk datang dan berbelanja.

Dengan program tersebut, Pemkot Bekasi berharap aktivitas belanja di pasar kembali meningkat. Sementara bagi pedagang, harapannya sederhana: pasar tidak hanya ramai ketika ada program, tetapi pembeli datang setiap hari.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *