Bekasi — Polres Metro Bekasi menyiagakan sebanyak 433 personel gabungan guna memitigasi potensi bencana banjir seiring masuknya musim penghujan.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Banjir Tahun 2026 di Lapangan Promoter Polres Metro Bekasi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/11/2026).
Apel siaga tersebut melibatkan lintas unsur keamanan dan penyelamatan, terdiri dari Polres Metro Bekasi 145 personel, Polsek Jajaran 74 personel, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi 40 personel, Satbrimob Batalyon D Pelopor PMJ 44 personel, BPBD Kabupaten Bekasi 30 personel, Satpol PP Kabupaten Bekasi 30 personel.
Kesiapan ini juga diperkuat dukungan teknis dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, tim pengamanan kawasan industri Jababeka dan MM2100, serta elemen masyarakat seperti Pokdarkamtibmas dan Banser.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo, menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Bekasi memiliki kerawanan tinggi terhadap genangan dan banjir akibat luapan empat sistem sungai besar, yakni Kali Citarum, Kali Bekasi, Kali Cikarang, dan Kali Jambe.
Ia menegaskan bahwa apel siaga ini memprioritaskan prinsip mitigasi cepat dan penyelamatan jiwa (zero victim), terutama bagi kelompok rentan.
“Apel hari ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita bahwa negara hadir sebelum bencana terjadi, bukan setelah korban berjatuhan. Prioritas utama kita adalah keselamatan jiwa melalui evakuasi cepat terhadap kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas,” tegas Kombes Pol. Andi Oddang.
Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran untuk meruntuhkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi lintas instansi. Ia juga memeriksakan kelayakan sarana-prasarana (sarpras) dasar seperti perahu karet, tenda pengungsian, dan perlengkapan medis agar siap bergerak 24 jam.
Di samping fokus evakuasi, pihak kepolisian menyiagakan personel patroli khusus untuk mengamankan permukiman warga yang kosong ditinggal mengungsi guna mencegah aksi pencurian rumah kosong.
“Kami juga akan meningkatkan patroli kepolisian di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga saat mengungsi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, sehingga masyarakat dapat fokus menyelamatkan diri tanpa perlu khawatir terhadap keamanan rumah dan harta benda yang ditinggalkan,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya












