Kota Bekasi – Misteri kematian SM (23), terapis SPA yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, akhirnya terkuak. Polisi memastikan korban dibunuh oleh suami sirinya sendiri, AH (29), dengan motif cemburu yang memuncak menjadi aksi kekerasan.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini hanya membutuhkan waktu kurang dari empat hari.
“Dalam waktu empat kali 24 jam kami melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan: memeriksa saksi, melakukan olah TKP, hingga autopsi terhadap korban,” ujar Braiel, Senin (12/1/2026).
Autopsi Menggugurkan Dugaan Awal
Sejak jenazah SM ditemukan pada Rabu malam, 7 Januari, kepolisian bergerak cepat. Sebanyak 11 saksi diperiksa, termasuk keluarga, tetangga kos, dan rekan kerja korban.
Dugaan awal yang sempat mengarah pada keracunan atau bunuh diri—berdasarkan botol cairan pembersih toilet yang ditemukan di dekat tubuh SM—gugur setelah hasil autopsi keluar.
Laporan forensik menemukan kerusakan pada cincin tenggorokan akibat tekanan benda tumpul.
“Korban meninggal akibat perbuatan kekerasan,” kata Braiel. Hasil ini menutup kemungkinan kematian alami dan memperkuat dugaan bahwa pelaku berada dalam lingkar terdekat korban.
Jejak Menuju Pelaku dan Hubungan Gelap
Seluruh petunjuk mengarah pada AH, pria berusia 29 tahun yang sehari-hari bekerja serabutan di Bekasi. Penangkapan terjadi pada Minggu malam pukul 23.18 WIB di Kabupaten Lebak, Banten. AH sempat melarikan diri setelah kematian korban.
Dalam pemeriksaan, terungkap hubungan antara korban dan pelaku: keduanya menikah siri. Di luar hubungan dengan SM, pelaku diketahui sudah memiliki keluarga resmi. Konstruksi sosial semacam ini bukan hal baru di wilayah penyangga Jakarta, di mana struktur ekonomi informal dan pergeseran relasi domestik kerap saling berkelindan.
Polisi menyebut pembunuhan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban.
“Peristiwa diawali percekcokan pada pagi hari. Pelaku kemudian tidak dapat mengendalikan emosi dan melakukan pembunuhan dengan cara memiting atau mencekik leher korban,” ujar Braiel.
Namun penyidik menilai emosi pelaku bukan muncul sesaat. Indikasi percekcokan berulang muncul beberapa hari sebelum kejadian.
“Ada perselisihan yang intens antara pelaku dan korban,” tambah Braiel.
Ruang Tertutup dan Kerentanan Pekerja Urban
Pembunuhan terjadi di ruang tertutup tanpa saksi. Kondisi ini membuat polisi bergantung pada jejak forensik dan pengakuan pelaku. SM ditemukan tewas dalam kamar kos nomor 08, tanpa tanda-tanda keributan besar di luar ruangan.
Setelah ditangkap, AH kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Polisi belum menyimpulkan apakah pelaku berusaha menghilangkan jejak, termasuk terkait keberadaan cairan pembersih toilet di TKP.
Selain motif cemburu, penyidik juga mendalami apakah ada persoalan ekonomi yang memperburuk situasi. Relasi asmara di tengah tekanan finansial menjadi salah satu pola yang kerap muncul pada kasus-kasus serupa di wilayah suburban.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)












