Bekasi  

Curanmor di Bekasi Utara Terulang, Warga Minta Patroli Ditingkatkan

Peristiwa terjadi menjelang waktu Magrib. “Korban lagi main ke rumah temannya,” kata Jeremia, atau Mia (30), warga setempat yang menyaksikan situasi setelah kejadian, Sabtu (17/1/2026).

Kota Bekasi - Seorang pria pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) menjadi bulan-bulanan warga setelah aksinya dipergoki saat beraksi di wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (14/7/2025) malam.
Seorang pria pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) menjadi bulan-bulanan warga setelah aksinya dipergoki saat beraksi di wilayah Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (14/7/2025) malam.

Kota Bekasi – Kasus pencurian motor kembali menghantui warga Bekasi Utara. Jumat (16/1/2026) sore, sebuah sepeda motor Honda Scoopy dilaporkan raib saat pemiliknya tengah bertamu di Perumahan Villa Mas Garden, Blok C, Kelurahan Perwira.

Pelaku membawa kabur motor yang terparkir di depan rumah, hanya beberapa meter dari aktivitas warga.

Peristiwa terjadi menjelang waktu Magrib. “Korban lagi main ke rumah temannya,” kata Jeremia, atau Mia (30), warga setempat yang menyaksikan situasi setelah kejadian, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Mia, eksekusi pencurian berlangsung cepat dan senyap. Tidak ada teriakan, tidak ada keributan, dan tidak ada saksi yang sempat mendekati pelaku.

“Informasinya tidak lama. Motor yang diparkir di depan rumah langsung diambil,” ujarnya.

Imbauan Keamanan yang Diabaikan

Yang memperkuat konteks kasus adalah fakta bahwa korban sempat diperingatkan petugas keamanan perumahan agar mengunci setang atau memasukkan motor ke dalam halaman rumah. Namun peringatan itu tidak diindahkan.

“Sudah diperingatkan securiti, tapi tidak dilakukan,” kata Mia.

Situasi ini menunjukkan celah berlapis: kelengahan pemilik, akses lingkungan yang terbuka, dan kemampuan pelaku yang memanfaatkan momentum waktu menuju Magrib—jam rentan ketika aktivitas warga terpecah antara menjelang ibadah dan persiapan makan malam.

Fenomena Berulang di Sisi Utara Bekasi

Warga menyebut kejadian serupa bukan yang pertama. Di kawasan Perwira dan beberapa perumahan di sekitarnya, curanmor tercatat muncul bergelombang dalam beberapa bulan terakhir.

“Ini sudah beberapa kali terjadi,” kata Mia. Ia berharap polisi meningkatkan patroli rutin di area pemukiman.

Di wilayah penyangga ibu kota seperti Bekasi Utara, curanmor menjadi salah satu bentuk kejahatan jalanan yang tumbuh stabil mengikuti padatnya permukiman dan akses keluar-masuk kendaraan.
Dalam sejumlah kasus, pelaku memilih target tanpa hambatan fisik—gerbang terbuka, parkir di luar, atau kunci standar pabrik—yang mempersingkat durasi eksekusi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polsek Bekasi Utara mengenai laporan kasus tersebut maupun potensi keterkaitan dengan rangkaian pencurian serupa.

Di tengah minimnya tindak pencegahan struktural, warga meminimalkan risiko dengan patroli mandiri skala RT, grup komunikasi, atau pengetatan akses tamu ke perumahan.

Namun langkah ini belum menjawab masalah utama: curanmor sebagai kejahatan oportunistik yang menyasar lingkungan yang longgar.

Untuk warga Villa Mas Garden, Scoopy yang hilang itu menjadi pengingat bahwa waktu Magrib bukan hanya jeda sunyi, tapi juga jam kerja bagi pencuri.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Zachra Mutiara Medina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *