Bekasi  

Modus Pecah Kaca Menjamur di Bekasi, Warga Kehilangan Belasan Juta dalam Dua Menit

Kota Bekasi - Ilustrasi pencurian modus pecah kaca mobil
Ilustrasi pencurian modus pecah kaca mobil

Kota Bekasi – Aksi pencurian kendaraan dengan modus pecah kaca kembali terjadi di Kota Bekasi dan memicu kekhawatiran warga.

Seorang pengendara di Bekasi Utara kehilangan tas berisi uang belasan juta rupiah dan dokumen penting setelah mobilnya dibobol komplotan pencuri di Jalan Raya Kaliabang, Kamis (15/1/2026) malam.

Peristiwa berlangsung cepat. Kamera CCTV salah satu toko plafon merekam pelaku memecah kaca mobil dan mengambil barang dalam waktu kurang dari dua menit.

Situasi hujan malam itu diduga menjadi faktor pendukung aksi para pelaku. “Suara pecahan tidak terdengar karena posisinya hujan,” ujar Budi Hermawan, pedagang mi ayam yang menjadi saksi, Jumat, 16 Januari 2026.

Korban diketahui sedang menyantap mi ayam tak jauh dari tempat parkir mobilnya. Dua pelaku datang berboncengan sepeda motor, memecah kaca, mengambil tas, lalu kabur menuju arah Pondok Ungu, Medan Satria.

Aksi itu dilakukan di jalan yang tergolong ramai dan dipenuhi kamera pengawas.

Polisi Curiga Komplotan Spesialis

Tim Reserse Kriminal Polsek Bekasi Utara segera melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, dan mengumpulkan rekaman CCTV.

Petugas kini menelusuri identitas pelaku, termasuk nomor pelat kendaraan bermotor. Polisi menduga para pelaku merupakan komplotan spesialis yang telah mempelajari ritme sebentar–tinggal–ambil yang umum terjadi di area komersial.

Kejahatan pecah kaca bukan modus baru. Dalam dua tahun terakhir, pola serupa muncul di sejumlah kota satelit Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi, terutama di kawasan kuliner, minimarket, dan pusat perbelanjaan.

Modusnya memanfaatkan momen singkat ketika pemilik meninggalkan mobil — bahkan hanya beberapa menit.

Kerentanan Urban: Parkir, Hujan, dan Kesempatan

Atmosfer jalanan Bekasi kerap menampilkan tiga faktor rentan: area parkir tanpa penjaga, minimnya pengawasan aktif meski dipenuhi CCTV, dan situasi cuaca yang menutupi suara. Pada kasus di Kaliabang, ketiganya hadir secara bersamaan.

“Ini bukan soal keramaian atau banyak CCTV. Pelaku sudah membaca kesempatan. Dua menit cukup,” kata Budi.

Meski demikian, tingkat keberanian pelaku memperlihatkan tren baru dalam kriminalitas perkotaan: kejahatan tidak selalu menunggu lokasi sepi, tetapi justru memanfaatkan distraksi publik.

Imbauan dan Respons Kepolisian

Polisi mengingatkan warga agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan, termasuk tas, dokumen, dan uang tunai — bahkan ketika hanya berhenti sebentar. “Jangan memancing aksi kejahatan,” ujar petugas.

Kasus ini kini ditangani Polsek Bekasi Utara dan Polres Metro Bekasi Kota. Kepolisian memastikan penyelidikan dipercepat, terutama karena bukti visual dari CCTV terbilang jelas.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *