Kabupaten Bekasi – Program Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan (Rusa Berlian) milik RSUD Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, terpilih sebagai finalis top inovasi dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) kategori umum.
Dari 2.378 proposal inovasi yang masuk secara nasional, RSUD Cabangbungin terpilih bersama 273 inovasi terbaik berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 330 Tahun 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan capaian tersebut merupakan bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi.
“Bangga dan terima kasih kepada RSUD Cabangbungin lewat inovasi Rusa Berlian. Ini sekaligus bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kita,” kata Asep di Cikarang, Sabtu (7/2/2026)
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif jajaran rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan maksimal meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bekasi turut mendorong lahirnya inovasi melalui dukungan kebijakan, pembinaan manajerial, serta penguatan tata kelola layanan kesehatan.
Asep mengaku mengikuti perkembangan RSUD Cabangbungin sejak dirinya menjabat sebagai anggota DPRD, wakil bupati, hingga kini menjadi Plt Bupati. Ia menilai terdapat peningkatan integritas dan semangat perubahan dalam manajemen rumah sakit.
Ia juga menyebut kualitas pelayanan yang semakin ramah, cepat, dan tepat waktu berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat, termasuk warga dari daerah perbatasan seperti Kabupaten Karawang.
Dalam aspek kinerja keuangan, Asep menyebut Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Cabangbungin menunjukkan perkembangan signifikan. Dari pendapatan sekitar Rp500 juta pada masa awal, rumah sakit tersebut kini menargetkan pendapatan hingga Rp20 miliar pada 2026.
Direktur RSUD Cabangbungin dr Erni Herdiani menjelaskan Rusa Berlian merupakan payung dari sekitar 24 inovasi pelayanan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dan keluhan masyarakat. Salah satu inovasi di dalamnya adalah Gadar Gercep yang mempercepat layanan di instalasi gawat darurat (UGD).
Menurut Erni, penerapan inovasi tersebut berdampak pada peningkatan kinerja layanan dan kepercayaan masyarakat. Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang pada 2022 berada di angka 14,7 persen meningkat menjadi 80 persen.
Pendapatan BLUD juga naik dari Rp500 juta menjadi Rp15 miliar pada 2025 dan ditargetkan mencapai Rp20 miliar pada 2026.
Erni berharap inovasi Rusa Berlian terus berkelanjutan sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Syafira Y.M)












