Kota Bekasi – Timnas Futsal Indonesia mencetak sejarah baru di Piala Asia Futsal 2026. Untuk pertama kalinya, skuad Garuda menembus partai final dan keluar sebagai runner-up Asia. Di balik capaian bersejarah itu, nama Ahmad Habibie mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai kiper terbaik Piala Asia.
Habibie mengaku tak pernah membayangkan bisa berada di titik tersebut. Kiper asal Bekasi itu menyebut keterlibatannya bersama Timnas Futsal Indonesia sebagai sebuah anugerah yang patut disyukuri.
“Alhamdulillah, bersyukur banget bisa terlibat di Timnas Futsal Indonesia tahun ini. Bisa nyetak sejarah juga, dan jujur enggak nyangka bisa ada di dalam momen ini,” ujar Habibie saat ditemui dikediamanya di Kp Utan Ceger, Bekasi Selatan, Minggu (8/2/2026).
Predikat kiper terbaik Asia yang diraihnya pun disambut dengan rasa haru. Menurutnya, pencapaian tersebut lahir dari keikhlasan memberi yang terbaik, tanpa target personal berlebihan.
“Bangga pasti, tapi juga enggak nyangka. Saya cuma ngasih apa yang saya bisa, apa yang saya punya. Alhamdulillah ternyata bisa dinobatkan jadi kiper terbaik di Piala Asia ini,” ucapnya.
Pada babak semifinal hingga final, Timnas Futsal Indonesia harus menghadapi tim-tim raksasa Asia seperti Jepang dan Iran yang dikenal sebagai langganan juara. Namun bagi Habibi, status lawan justru menjadi pemantik semangat.
“Kalau kendala pasti ada, apalagi lawannya Jepang dan Iran yang sudah langganan juara. Tapi itu justru jadi motivasi buat kami. Kita bisa ngasih perlawanan, bukan sekadar main, tapi benar-benar ngasih yang terbaik,” katanya.
Meski harus puas sebagai runner-up, kondisi tim disebut tetap solid dan penuh rasa bangga. Habibie menilai pencapaian tersebut sebagai fondasi penting bagi masa depan futsal Indonesia.
“Kondisi tim alhamdulillah baik. Walaupun hasilnya belum sesuai target, tapi kita sudah maksimal. Kita senang karena bisa bikin sejarah,” ujarnya.
Ia juga mengungkap pesan sederhana namun membekas dari pelatih kepala Hector Souto usai laga final. Pesan itu menjadi penguat mental para pemain saat menghadapi lawan-lawan besar.
“Coach sering bilang, mereka makan nasi, kita juga makan nasi. Mereka punya dua kaki, kita juga punya dua kaki. Jadi apa yang harus ditakutin? Face to face aja,” tutur Habibie.
Kepada sang pelatih, Habibie menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai kiper utama.
“Terima kasih buat Coach Hector Souto yang selalu percaya sama saya. Alhamdulillah saya bisa ngasih yang terbaik buat dia dan buat Indonesia,” ucapnya.
Tak lupa, Habibi juga menyampaikan apresiasi kepada suporter Indonesia yang terus memberi dukungan sejak fase grup hingga partai puncak.
“Terima kasih banyak buat seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mendoakan dan mendukung kami. Walaupun hasilnya belum sesuai harapan, semoga Timnas Futsal Indonesia makin berkembang dan suatu saat bisa lolos ke Piala Dunia,” katanya.
Usai turnamen, Habibie memilih pulang ke Bekasi untuk bertemu keluarga sebelum kembali ke aktivitas bersama klub.
“Pasti ketemu keluarga dulu, ketemu anak istri, makan bareng, istirahat sebentar. Walaupun besok sudah harus kumpul lagi ke klub,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Habibie dijadwalkan membela klubnya pada ajang National Cup yang akan digelar di Pontianak, memanfaatkan jeda kompetisi liga.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)












