Kota Beaksi — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29, Pemerintah Kota Bekasi menetapkan kebijakan pengurangan tarif retribusi layanan penyedotan air limbah domestik.
Kebijakan ini diteken melalui Surat Keputusan Wali Kota Bekasi dan diklaim sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus dorongan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa peringatan hari jadi kota tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan.
“Peringatan HUT ke-29 bukan sekadar seremoni, tetapi momentum menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata. Pengurangan tarif ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan lingkungan dan kesejahteraan warga,” ujar Tri, Selasa (24/2/2026).
Sanitasi, Masalah Lama Perkotaan
Di kota padat seperti Bekasi, persoalan sanitasi kerap menjadi isu laten. Banyak rumah tangga masih belum melakukan penyedotan septic tank secara berkala. Akibatnya, risiko pencemaran air tanah dan penyebaran penyakit meningkat.
Program diskon retribusi ini diharapkan menjadi insentif agar warga menggunakan layanan resmi pemerintah, juga melakukan penyedotan secara terjadwal hingga menghindari praktik pembuangan limbah sembarangan.
Secara regulatif, pengelolaan air limbah domestik memang wajib memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. Namun dalam praktiknya, faktor biaya sering menjadi alasan penundaan.
Dengan tarif yang lebih ringan selama periode tertentu, Pemkot mencoba mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Dampak Fiskal dan Lingkungan
Meski belum diumumkan besaran persentase pengurangannya, kebijakan ini berpotensi mengurangi sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi. Namun jika partisipasi meningkat signifikan, justru bisa terjadi efek sebaliknya: volume layanan naik, penerimaan tetap stabil, dan kualitas lingkungan membaik.
Pertanyaannya, apakah diskon tarif cukup untuk mengubah kebiasaan?
Sanitasi bukan sekadar urusan tarif, tetapi juga kesadaran dan pengawasan. Tanpa kontrol berkala dan sistem penjadwalan yang terintegrasi, kebijakan ini bisa berakhir sebagai program musiman.
Momentum Ulang Tahun yang Lebih Substantif
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Bekasi mencoba menggeser makna HUT kota dari sekadar panggung hiburan menjadi ruang peluncuran kebijakan publik.
Langkah pengurangan tarif sedot limbah bisa dibaca sebagai upaya mengaitkan perayaan dengan isu strategis: kesehatan lingkungan.
Tri Adhianto juga menekankan bahwa sanitasi merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Sanitasi yang terkelola baik berdampak pada kualitas kesehatan dan mendukung Kota Bekasi yang bersih, sehat, dan nyaman,” katanya.
Tantangan Implementasi
Keberhasilan program ini bergantung pada tiga hal utama. Pertama soal sosialisasi masif agar warga mengetahui periode dan syaratnya. Kapasitas armada dan layanan agar mampu menangani lonjakan permintaan. Pengawasan lapangan untuk memastikan limbah dibuang sesuai standar, bukan sekadar dipindahkan masalahnya.
Perangkat daerah terkait disebut akan melakukan sosialisasi secara luas. Namun efektivitasnya baru akan terlihat dari angka permohonan layanan dalam beberapa bulan ke depan.
Lebih dari Sekadar Diskon
Jika berjalan optimal, program ini bisa menjadi pintu masuk menuju sistem pengelolaan lumpur tinja terjadwal (LLTT) yang lebih modern dan terdata.
Di tengah tantangan banjir, kepadatan penduduk, dan tekanan lingkungan perkotaan, pembenahan sanitasi adalah pekerjaan mendasar yang sering luput dari sorotan.
HUT ke-29 Kota Bekasi kini membawa pesan berbeda: pembangunan kota bukan hanya soal gedung tinggi dan jalan lebar, tetapi juga soal apa yang mengalir — dan dikelola — di bawah permukaan.
Masyarakat kini menanti, apakah kebijakan ini menjadi langkah awal reformasi sanitasi atau hanya program diskon sesaat dalam euforia ulang tahun kota.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













