Kota Bekasi – Kasus bahan bakar minyak (BBM) yang diduga bercampur air di SPBU Juanda masih dalam tahap penyelidikan.
Hingga kini penyebab pasti masuknya air ke dalam tangki BBM belum dapat dipastikan.
Pengawas SPBU Juanda, Ragil Pambudi, mengatakan kejadian tersebut merupakan peristiwa pertama yang terjadi di lokasi tersebut.
“Ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini dan di sini juga tidak pernah banjir,” ujar Ragil, Minggu (1/3/2027).
Dugaan sementara, campuran air berasal dari tangki pendam BBM yang saat kejadian sedang dalam proses pekerjaan. Namun pihak SPBU belum dapat memastikan penyebab teknisnya.
“Kemungkinan dari tangki pendam karena memang sedang ada pekerjaan. Tapi untuk penyebab pastinya masih menunggu penjelasan dari Pertamina,” katanya.
Ia memastikan campuran air tersebut bukan berasal dari mobil tangki pengangkut BBM, melainkan dari instalasi penyimpanan di lokasi SPBU.
Kejadian mulai terungkap sekitar pukul 17.30 WIB, setelah sejumlah kendaraan yang baru mengisi bahan bakar mengalami mogok saat meninggalkan area SPBU.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 18 sepeda motor dan beberapa mobil dilaporkan terdampak.
Saat ini SPBU Juanda masih ditutup sementara untuk proses pembersihan tangki dan investigasi dari pihak Pertamina.
“Kami masih menunggu hasil investigasi dari Pertamina. Operasional akan dibuka kembali setelah dinyatakan aman,” ujarnya.
Selain itu, pihak SPBU juga membuka posko pengaduan konsumen bagi masyarakat yang kendaraannya terdampak.
“Posko pengaduan tetap dibuka sampai operasional kembali normal dan semua keluhan konsumen tertangani,” tutup Ragil.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












