Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) kini dalam posisi siaga tinggi. Ancaman gagal panen akibat anomali cuaca El Nino serta potensi gangguan distribusi memaksa otoritas terkait untuk memperkuat benteng pangan daerah guna menjaga stabilitas pasokan di pasar.
Langkah ini diambil setelah sejumlah komoditas pokok dilaporkan mulai masuk dalam zona waspada, yang menuntut intervensi cepat dari lintas sektoral.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Benny Yulianto Iskandar, mengungkapkan bahwa pihaknya kini mengedepankan strategi kolaboratif bersama Dinas Perdagangan, Pertanian, SDABMBK, hingga BULOG.
“Kami memastikan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tetap tersedia. Pemantauan stok produksi dilakukan secara real-time menggunakan platform Analisis Sistem Peringatan Dini Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG),” jelas Benny, Kamis (16/4/2026).
Selain pemantauan digital, penguatan infrastruktur air dan penerapan teknologi pertanian berbasis iklim terus didorong agar petani lokal tetap mampu berproduksi di tengah cuaca ekstrem.
Kondisi ketahanan pangan ini turut memantik atensi serius dari legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun, menyebutkan bahwa stok CPPD tahun 2026 untuk beras saat ini tercatat sebesar 150,59 ton.
Angka tersebut merupakan sisa penyaluran tahun sebelumnya yang telah menyentuh 8.996 kepala keluarga di 12 desa. Jiovanno menegaskan bahwa dengan status “warning” pada komoditas seperti beras, minyak goreng, hingga bawang, pemerintah tidak boleh santai.
“Stok pangan kita sudah warning. Kita perlu menjaga stabilitas, dan jika perlu harus ada peningkatan atau penambahan stok pangan segera untuk menghadapi anomali El Nino ini,” tegas Jiovanno.
Sebagai langkah jangka pendek dan panjang, DKP Bekasi mendorong masyarakat untuk mulai melirik diversifikasi pangan. Komoditas lokal seperti singkong, ubi, sukun, dan jagung dipromosikan sebagai alternatif pengganti beras dan terigu.
Benny juga mengimbau warga Bekasi untuk mulai membiasakan diri dengan Gerakan Stop Boros Pangan dan memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan mandiri.
“Upaya ini kita harapkan mampu menjaga stabilitas pangan daerah. Masyarakat juga perlu bijak dalam mengonsumsi pangan di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem ini,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












