Bekasi  

Konflik Timur Tengah Ganggu Perjalanan Umrah, Jemaah Bekasi Diimbau Tunda Keberangkatan

Kondisi di Madinah 2019
Kondisi di Madinah 2019

Kabupaten Bekasi – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada perjalanan ibadah umrah jemaah asal Indonesia. Konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran membuat pemerintah mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan bagi jemaah yang telah dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah meminta calon jemaah untuk menunda perjalanan hingga situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai lebih kondusif.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, mengatakan kondisi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil sehingga diperlukan langkah antisipatif.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami menghimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya sampai betul-betul kondusif sesuai arahan Kementerian Haji dan Umrah pusat,” ujar Mulyono, Kamis (5/3/2026).

Antisipasi Keselamatan Jemaah

Imbauan penundaan keberangkatan tersebut merupakan langkah kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan menjalankan ibadah umrah.

Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan berbagai otoritas terkait di kawasan Timur Tengah.

Situasi keamanan yang fluktuatif dikhawatirkan dapat berdampak pada jalur penerbangan internasional maupun aktivitas di sekitar wilayah tujuan ibadah.

Penerbangan Transit Terdampak

Di sisi lain, pelaku usaha perjalanan umrah juga mulai merasakan dampak dari situasi geopolitik tersebut.

Salah seorang agen perjalanan umrah di Kabupaten Bekasi, Desy Susanti, mengatakan beberapa rute penerbangan menuju Timur Tengah mengalami penyesuaian bahkan penghentian sementara.

Menurutnya, gangguan paling terasa terjadi pada penerbangan yang menggunakan jalur transit.

“Yang berdampak justru terjadi pada penerbangan yang melakukan transit, seperti di Oman, Dubai, dan Turki. Kalau kita alhamdulillah sampai saat ini karena semua maskapai yang digunakan direct (tidak transit) aman semua,” jelas Desy.

Pembatalan atau penangguhan jadwal penerbangan transit oleh sejumlah maskapai membuat sebagian jemaah harus menyesuaikan kembali jadwal keberangkatan maupun kepulangan mereka.

Meski demikian, penerbangan langsung menuju Arab Saudi yang tidak melalui transit disebut masih berjalan normal.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat yang telah merencanakan ibadah umrah untuk terus memantau informasi resmi serta berkoordinasi dengan agen perjalanan masing-masing sebelum memutuskan jadwal keberangkatan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *