Bekasi  

Kado Pahit HUT ke-29: Mahasiswa Ubhara Hadang Mobil KDM, Tagih Janji Bekasi Bebas Banjir

Kota Bekasi - Momen Mobil KDM dihadang mahasiswa Ubhara pada momen HUT ke-29 Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (10/3/2026). Foto: Ist
Momen Mobil KDM dihadang mahasiswa Ubhara pada momen HUT ke-29 Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (10/3/2026). Foto: Ist

Kota Bekasi – Perayaan Hari Jadi Kota Bekasi ke-29 yang berlangsung khidmat di Gedung DPRD mendadak tegang, Selasa (10/3/2026) siang.

Alih-alih hanya diwarnai prosesi potong tumpeng, iring-iringan mobil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), justru dihadang oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara (Ubhara) Jaya.

Aksi nekat ini dilakukan tepat saat sang Gubernur hendak meninggalkan lokasi usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa. Puluhan mahasiswa merangsek maju, memaksa kendaraan orang nomor satu di Jawa Barat itu berhenti di tengah jalan.

KDM Turun ke Jalan, Dengar “Curhat” Klasik Soal Banjir

Melihat situasi tersebut, Dedi Mulyadi menunjukkan sikap responsif. Ia memilih turun dari mobil dinasnya untuk menemui langsung massa aksi yang sudah mengepung kendaraannya.

Di hadapan KDM, Ketua BEM FH Ubhara Jaya, Rafi Priyanta, melontarkan kritik pedas mengenai kondisi Bekasi yang sudah berusia 29 tahun namun masih “hobi” tergenang.

“Hari ini Kota Bekasi sudah beranjak dewasa, tapi setiap musim hujan pasti selalu ada persoalan klasik yaitu genangan banjir di setiap kecamatan,” tegas Rafi dengan pengeras suara tepat di depan Gubernur.

Mahasiswa menyoroti efektivitas proyek-proyek pengendalian banjir yang selama ini digembar-gemborkan Pemerintah Kota Bekasi. Menurut mereka, meski anggaran besar telah terserap, dampak nyata di lapangan belum dirasakan masyarakat.

Gubernur Janji Lakukan “Check and Recheck”

Mendengar desakan mahasiswa agar Pemprov Jabar turun tangan mengevaluasi kinerja Pemkot Bekasi, Dedi Mulyadi tampak tenang. Ia menyatakan kesediaannya untuk menampung aspirasi tersebut sebagai bahan kajian strategis di tingkat provinsi.

“Nanti kita akan kaji terlebih dahulu permasalahan apa yang menjadi aspirasi adik-adik sekalian,” ucap KDM singkat sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.

Bukan Cuma Banjir: DPRD dan Polres Juga Disemprot!

Tak hanya menyasar eksekutif, massa aksi juga mengirimkan “peluru” kritik ke gedung legislatif dan aparat penegak hukum. Mereka mendesak:

DPRD Kota Bekasi: Agar lebih transparan dan tidak hanya menjadi stempel kebijakan pemerintah, melainkan benar-benar menjalankan fungsi pengawasan yang berpihak pada rakyat.

Polres Metro Bekasi Kota: Diminta lebih tegas dalam memberantas angka kriminalitas jalanan yang dinilai masih menghantui kenyamanan warga di malam hari.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *