Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bergerak cepat mengatasi ketimpangan antara keahlian tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Melalui langkah strategis, pemerintah kini mulai menyelaraskan program pelatihan vokasi agar benar-benar “nyambung” dengan kebutuhan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hal ini dibahas secara mendalam dalam High-Level Roundtable Discussion on Link and Match di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa sinergi hulu hingga hilir ini krusial agar penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai proyek raksasa dan kawasan industri bisa lebih optimal.
“Kami ingin pelatihan vokasi yang dilakukan, termasuk nanti magang, itu lebih match lagi. Lebih dekat dengan kebutuhan riil dari KEK atau PSN,” ujar Yassierli dikutip Jumat (24/4/2026).
Salah satu poin penting dalam forum tersebut adalah komitmen pemerintah untuk mengalokasikan sisa kuota Program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026 sebanyak 60.000 peserta.
Kuota ini akan diprioritaskan sepenuhnya untuk mencetak tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri di kawasan KEK dan PSN.
Selain itu, pemerintah menargetkan pemerataan Program Pemagangan (MagangHub) 2026 di seluruh 25 KEK yang tersebar di Indonesia. Artinya, para pencari kerja akan mendapatkan kesempatan pengalaman kerja langsung di jantung industri.
Menaker menjelaskan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) memiliki keunggulan pada durasi pelatihan yang singkat, yakni 2 hingga 3 bulan.
Ke depan, model pelatihan akan lebih fleksibel. Pelatihan tidak hanya melulu dilakukan di balai milik pemerintah, tetapi dimungkinkan berlangsung langsung di fasilitas industri atau pabrik yang sudah beroperasi di dalam kawasan KEK.
“Tadi kita petakan lebih konkret dan kolaboratif. Ada KEK yang butuh pelatihan spesifik namun balai kami belum sepenuhnya siap, inilah yang akan difasilitasi oleh Kemenko,” imbuhnya.
Forum ini menandai dimulainya kolaborasi berkelanjutan antara Kemnaker dan Kemenko Perekonomian sebagai koordinator lintas kementerian. Pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang telah disusun akan segera ditindaklanjuti secara teknis agar penyiapan SDM lebih berkelanjutan.
“Kami menawarkan fasilitas, sistem, dan anggaran. Mari kita buat gerakan peningkatan produktivitas bersama-sama,” pungkas Menaker.
Bagi warga Bekasi yang merupakan salah satu pusat industri terbesar, langkah ini diharapkan mampu membuka kran lapangan kerja lebih lebar melalui peningkatan kompetensi yang tepat sasaran.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.










