Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi mematangkan rencana megaproyek infrastruktur di kawasan Bekasi Timur dengan merancang pembangunan terowongan jalan (underpass) baru di koridor Jalan H. Nonon Sonthanie.
Proyek ini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai potensi kemacetan parah akibat tingginya frekuensi perjalanan kereta api.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, mengonfirmasi pembangunan terowongan merupakan langkah mitigasi kedaruratan untuk mengantisipasi pengoperasian penuh jalur dwiganda atau Double-Double Track (DDT) kereta api lintas Jakarta–Cikarang yang membelah wilayah Bekasi Timur.
“Rencananya memang begitu (akan dibangun underpass). Tujuannya murni untuk mengantisipasi dampak keberadaan jalur DDT kereta api. Pembangunan infrastruktur ini dinilai sangat krusial dan mendesak untuk dilakukan,” ujar Idi saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2026).
Dihubungi terpisah, Pejabat Fungsional DBMSDA Kota Bekasi, Michael Arcos, menambahkan bahwa proyek fisik belum akan dieksekusi dalam waktu dekat.
Pemkot Bekasi saat ini masih berfokus pada tahap penyusunan dokumen perencanaan teknis, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta studi kelayakan (feasibility study).
“Ke depannya memang akan dibangun underpass. Namun, saat ini posisinya masih dalam tahap persiapan dokumen perencanaan sebelum nantinya memasuki fase tender dan pembangunan fisik,” kata Arcos menjelaskan linimasa proyek.
Langkah awal menuju megaproyek ini sebenarnya telah dicicil oleh Pemkot Bekasi melalui serangkaian kliring lahan skala besar.
Pada akhir April 2026 lalu, tim gabungan Satpol PP dan dinas teknis telah meratakan puluhan bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Irigasi, Kampung Rawa Baru, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Lahan hasil sterilisasi dari bangunan tanpa izin tersebut akan dimanfaatkan untuk proyek antara, yakni pelebaran badan Jalan H. Nonon Sonthanie.
Jalur arteri ini direncanakan akan diperlebar hingga mencapai desain ideal 12 meter dan diproyeksikan menembus langsung hingga pertigaan lampu lalu lintas Duren Jaya.
Penataan koridor ini diharapkan dapat berfungsi sebagai jalan penyangga (feeder) yang mumpuni saat konstruksi fisik underpass mulai dikerjakan, sehingga mobilitas warga urban di timur Bekasi tidak lumpuh total selama masa konstruksi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













