Bekasi – Panggung evaluasi relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Baru Kota Bekasi pada Senin (31/8/2026), mendadak berubah menjadi teater politik.
Di hadapan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan jajaran pejabat dinas, Abdul Rozak mendadak meletakkan jabatannya sebagai Kepala Divisi Pasar PT Mitra Patriot (PTMP).
Namun, melipat berkas dan walk out dari forum resmi bukan sekadar bentuk frustrasi birokrasi biasa.
Keberadaan Rozak yang juga menjabat Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Bekasi memberi bobot teologis pada aksinya.
Saat tensi rapat memuncak, ia tak segan melemparkan diktum keras yang menguji komitmen sang wali kota.
“Izin Pak Wali yang saya hormati, saya sudah bekerja 3 bulan, ambigu tidak jelas. Satu rupiah pun saya belum menerima honorarium. Sementara di pasar saya disebut preman,” ujar Rozak, menelanjangi carut-marut tata kelola internal PTMP di forum terbuka.
Pernyataan tersebut langsung meruntuhkan kesan formalitis rapat yang mulanya hanya membahas kesiapan fisik fasilitas Blok 2.
Rozak mulanya menjamin kapasitas area tersebut—”Cukup, Pak. Sekarang juga bisa (digunakan)”—sebelum akhirnya membalikkan meja diskusi dengan manuver politik yang terukur.
Pengakuannya tentang tunggakan hak dan tuduhan di lapangan menjadi serangan balik terhadap bobroknya entitas bisnis milik daerah.
Lewat gestur tersebut, Rozak yang berlatar politisi kawakan tak sekadar memprotes masalah operasional, melainkan mengirimkan sinyal perlawanan politik yang keras.
“Kalau saya sudah mengurus pasar berbulan-bulan tidak ada kejelasan, di hadapan Pak Wali Kota, demi Allah saya mundur dari PTMP. Terima kasih Pak Wali,” tegas Rozak sebelum merapikan berkasnya dan berjalan keluar dari ruang rapat.
Sumpah yang meluncur di depan pimpinan daerah dan jajaran Disdagperin tersebut memosisikan Rozak sebagai pihak yang dikorbankan oleh sistem Pemkot.
Dengan melepas jabatan di BUMD, ia membersihkan reputasi politiknya dari riak penataan pasar yang berpotensi memicu resistensi warga, sekaligus melempar “bola panas” kegagalan tata kelola BUMD tepat ke meja Wali Kota Tri Adhianto.
Pada kesempatan lain, Gobekasi sudah mencoba menghubungi Abdul Rozak via Whats App perihal video yang beredar. Namun, Abdul Rozak belum mau memberikan jawaban.
“Baru pulang bang maaf, nanti aja bang,” kata Rozak saat dimintai tanggapannya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













