Bekasi – Sampah plastik yang tak lagi memiliki nilai jual dimanfaatkan Kelompok Bank Sampah Unit (BSU) Gempita di Perumahan Puri Gading Cluster Villa Carita, RT 05/RW 08, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, untuk diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Sampah yang diolah antara lain plastik kresek, styrofoam hingga bubble wrap. Pengolahan dilakukan menggunakan mesin pirolisis yang diperoleh melalui program Bekasi Keren pada 2024.
Sekjen BSU Gempita, Hesti Warih MR, mengatakan ide tersebut berawal dari banyaknya sampah sisa setelah proses pemilahan. Pengelola kemudian mencari cara agar sampah yang tidak memiliki nilai jual tersebut tidak berakhir menjadi residu.
“Program tersebut menyediakan anggaran Rp100 juta untuk satu RW yang memiliki bank sampah, namun, karena BSU Gempita berada di RT 05, kami mendapatkan seperlima dari anggaran tersebut untuk pengadaan alat,” kata Hesti saat ditemui di lokasi, Senin (21/9/2026).
Mesin tersebut dibeli dari Blitar, Jawa Timur, dengan sistem pre-order seharga Rp28,5 juta. Kapasitasnya mencapai lima kilogram sampah dalam sekali proses dan mulai digunakan BSU Gempita sejak 2025.
Hesti menjelaskan, sampah plastik dimasukkan ke dalam tabung yang kemudian dipanaskan menggunakan gas. Proses tersebut menghasilkan cairan yang dapat diolah menjadi beberapa jenis BBM.
“Nanti terfilter otomatis dari mesin, apakan kandungan masuk premium nanti mengalir ke lubang premium, begitu juga BBM yang lain, terfilter itu suhu,” jelasnya.
Namun, hasil awal pengolahan masih berwarna hitam sehingga membutuhkan proses lanjutan melalui destilasi untuk menghasilkan cairan yang lebih jernih.
Hesti menegaskan, tujuan utama pengolahan tersebut bukan untuk mencari keuntungan dari BBM, melainkan mengurangi volume sampah plastik yang tidak memiliki nilai jual.
“Karena yang kami berpikirnya itu tidak semata-mata mencari premiumnya, karena kami berpikirnya itu untuk mengurangi sampah yang tidak bernilai. Sehingga bagaimana caranya volume besar itu dipunakan dan menghasilkan sesuatu yang berguna,” tegasnya.
Untuk sementara, BBM hasil pengolahan belum dijual ke luar. Hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional BSU Gempita, seperti bahan bakar kendaraan pengangkut sampah dan mesin potong rumput.
Hesti berharap pengolahan serupa dapat diterapkan di bank sampah lainnya sehingga kegiatan BSU tidak hanya mengumpulkan dan menjual sampah bernilai ekonomi, tetapi juga mengolah sampah yang selama ini menjadi residu.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













