M2 Pengin Warga Bekasi Tak Terjebak Program Subsidi Pemerintah

  • Bagikan
Balon Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad saat memberikan pidato politik pada acara temu kangen purnabakti ASN di Restoran Bandar Djakarta, Summarecon Bekasi, Rabu (10/7/2024). Foto: Gobekasi.id
Balon Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad saat memberikan pidato politik pada acara temu kangen purnabakti ASN di Restoran Bandar Djakarta, Summarecon Bekasi, Rabu (10/7/2024). Foto: Gobekasi.id

Eks narapidana korupsi Mochtar Mohamad atau beken dikenal M2 berkeinginan agar masyarakat Kota Bekasi tidak terjebak dalam program subsidi pemerintah.

Oleh karenanya, ia ingin mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat dengan maju dalam Pemilihan Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2024.

Politisi senior PDI Perjuangan ini mempunyai cita – cita mulia dengan menjalankan trisakti Bung Karno, apabila ia dipercaya memimpin kembali Kota Bekasi.

“Saya mempunyai visi dan misi yang terinsiprasi dari Bung Karno apabila terpilih menjadi Wali Kota bekasi,” kata M2 saat memberikan pidato politik dalam agenda temu kangen purnabakti ASN di Restoran Bandar Djakarta, Summarecon Bekasi, Rabu (10/7/2024).

M2 memaparkan, sejumlah program unggulannya telah ia sosialisasikan melalui beragam spanduk, diantaranya ialah pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kemandirian dan ekonomi keluarga.

“Jika dijalankan, misalnya kemandirian ekonomi, itu bisa melepas masyarakat Kota Bekasi dari ketergantungan subsidi pemerintah,” kata M2.

Eks Wali Kota Bekasi periode 2008-2013 juga menyoroti masalah pendidikan yang ada di daerah dengan julukan kota patriot.

“Pada masa saya (Wali Kota Bekasi), SD, SMP, SMA gratis, sekarang juga saya melihat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sudah berantakan, kita harus rapihkan kembali,” kata M2.

M2 juga menyatakan akan membuka dialog terbuka kepada para purnabakti ASN Kota Bekasi apabila ia kembali diamanahkan menjadi kepala daerah terpilih.

“Jadi kepala dinas atau jabatan eselon I,II, III yang sudah purnabakti bisa kita ajak Kembali untuk memberikan masukan guna membangun Kota Bekasi yang lebih baik,” kata dia.

Ia berkeinginan setiap kelurahan dan kecamatan di wilayah Kota Bekasi mempunyai minimal satu sekolah negeri baik SD, SMP, maupun SMA meski kini kewenangannya telah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk sektor Kesehatan, kita bisa membangun tiap kantor RW mempunyai klinik dengan satu tenaga Kesehatan dan satu unit mobil ambulance, dan satu kelurahan mempunyai dokter ahli, setiap kecamatan ada UPTD Puskesmas,” tandasnya.

 

  • Bagikan