Kabupaten Bekasi — Warga Kota Harapan Indah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berencana mengadu kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait bau busuk yang diduga berasal dari fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Keluhan itu muncul karena bau menyengat disebut tercium hampir sepanjang hari hingga ke kawasan permukiman warga.
Kepala Dusun IV Kota Harapan Indah, Tomy, mengatakan warga tengah menyiapkan petisi penolakan terhadap operasional RDF Rorotan sekaligus merencanakan audiensi dengan Dedi Mulyadi dalam waktu dekat.
“Saat ini kami sedang membuat petisi menolak RDF dan akan mencoba audiensi ke KDM (Kang Dedi Mulyadi),” kata Tomy, dikutip Senin (2/2/2026).
Menurut Tomy, rencana audiensi dilakukan untuk mencari keadilan, meminta kepastian hukum, serta perlindungan bagi warga yang merasa terdampak langsung oleh operasional RDF Rorotan.
Warga juga berharap Gubernur Jawa Barat dapat memfasilitasi komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mencari solusi atas persoalan lintas wilayah tersebut.
Meski jarak antara RDF Rorotan dan kawasan Harapan Indah diperkirakan sekitar tiga kilometer, bau menyengat tetap tercium hingga kawasan permukiman. Kondisi ini, kata Tomy, telah berlangsung cukup lama dan memengaruhi kenyamanan hidup warga.
“Kami sudah rapat dengan kepala desa dan seluruh pengurus RW se-Harapan Indah. Berkas pendukung seperti petisi juga sedang kami lengkapi, targetnya Februari ini selesai,” ujarnya.
Setelah seluruh dokumen rampung, warga berencana mendatangi langsung Kantor Gubernur Jawa Barat di Bandung. Mereka juga telah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi yang tinggal di kawasan Harapan Indah untuk membantu memfasilitasi pertemuan dengan Dedi Mulyadi.
Keluhan warga muncul di tengah klaim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang menyebut telah menambah teknologi pengendali bau di RDF Rorotan. Namun, warga menilai upaya tersebut belum efektif karena bau masih tercium secara konsisten.
Warga meminta pengelola RDF Rorotan membuka kembali akses dialog dengan masyarakat, khususnya jika perbaikan teknis telah dilakukan dan dapat menjamin tidak ada lagi pencemaran udara.
Sebelumnya, pengoperasian RDF Rorotan memang menuai polemik. Sejumlah warga dari kawasan Jakarta Garden City (JGC), Karang Tanah, dan Harapan Indah menyatakan keberatan karena bau menyengat yang ditimbulkan. Mereka mendesak agar fasilitas tersebut ditutup atau dipindahkan ke lokasi lain.
Menanggapi tuntutan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan penutupan RDF Rorotan bukan perkara mudah karena proyek tersebut dibangun dengan anggaran besar sebelum masa kepemimpinannya.
“RDF ini terus terang dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, problemnya lebih rumit lagi,” kata Pramono saat meresmikan Taman Rorotan Cilincing, Jumat (29/1/2026).
Meski demikian, Pramono meminta agar operasional RDF Rorotan dihentikan sementara untuk dilakukan perbaikan. Namun, hingga kini warga menyebut DLH DKI Jakarta masih tetap mengoperasikan fasilitas tersebut, sehingga keluhan bau belum mereda.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Shyna S.V)













