Kota Bekasi – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cimahi melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Bekasi untuk mempelajari strategi efisiensi anggaran tahun 2026 pada Kamis (5/2/2026).
Kunjungan ini dilakukan di tengah tekanan fiskal yang dirasakan sejumlah pemerintah daerah.
Sekretaris DPRD Kota Cimahi, Budi Raharja, mengatakan studi komparasi tersebut difokuskan pada pengelolaan anggaran dalam situasi pendapatan daerah yang cenderung menurun.
“Yang berkunjung ke DPRD Kota Bekasi ini adalah dari Badan Anggaran DPRD Kota Cimahi. Kami ingin melakukan studi komparasi terkait efisiensi anggaran di tahun 2026,” ujar Budi dikutip Sabtu (7/2/2026).
Menurut Budi, perbedaan kapasitas fiskal menjadi salah satu alasan utama kunjungan tersebut. Ia membandingkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi yang tergolong tinggi dengan Kota Cimahi yang relatif terbatas.
“Kalau Kota Bekasi PAD-nya luar biasa tinggi. Kota Cimahi hanya sekitar enam ratusan miliar, dengan total APBD sekitar Rp1,4 triliun dan mengalami penurunan sekitar Rp3 miliar dibanding tahun lalu,” katanya.
Penurunan fiskal itu berdampak langsung pada struktur belanja, termasuk anggaran DPRD. Tahun ini, anggaran DPRD Kota Cimahi turun dari Rp111 miliar menjadi Rp92 miliar, atau berkurang Rp19 miliar.
“Artinya DPRD Kota Cimahi juga ikut dalam kebijakan efisiensi anggaran dengan penurunan yang cukup besar,” ujar Budi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga legislatif membahas mekanisme kerja DPRD, mulai dari fungsi legislasi, penganggaran, hingga pengawasan. Secara prosedural, Budi menilai tidak ada perbedaan signifikan. Namun, substansi pembahasan dan dinamika kebijakan di tiap daerah berbeda.
“Secara umum sama, yang membedakan hanya pada kontennya, seperti pembahasan Raperda dan mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir),” ucapnya.
Budi menegaskan, pokok-pokok pikiran DPRD tetap menjadi instrumen penting untuk menyalurkan aspirasi masyarakat, terutama melalui kegiatan reses. Dalam situasi anggaran terbatas, penentuan prioritas menjadi kunci agar aspirasi tetap terakomodasi secara realistis.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Bekasi, Lia Erliani, membenarkan adanya kunjungan tersebut. Ia menyebut pertemuan berlangsung dalam format diskusi dan berbagi pengalaman mengenai kondisi keuangan daerah yang saat ini cenderung menghadapi tantangan serupa.
“Kami menerima kunjungan kerja dari Badan Anggaran DPRD Kota Cimahi. Substansi pembahasan adalah sharing tentang kondisi keuangan daerah yang trennya saat ini relatif sama,” kata Lia.
Menurut dia, situasi fiskal yang ketat menuntut pemerintah daerah, baik legislatif maupun eksekutif, menyusun strategi berbasis skala prioritas. Tanpa penyesuaian kebijakan, efektivitas program pembangunan berpotensi terhambat.
“Ini mengharuskan pemerintah, baik legislatif maupun eksekutif, memiliki strategi sehingga pelaksanaan tugas dapat dilakukan berdasarkan skala prioritas,” ujarnya.
Kunjungan ini mencerminkan dinamika baru pengelolaan anggaran daerah pada 2026. Di tengah ruang fiskal yang menyempit, efisiensi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kesinambungan layanan publik dan fungsi pemerintahan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Advertorial)












