Kota Bekasi – Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi menggulirkan gagasan pendirian kampung batik sebagai pusat pelestarian dan pengembangan Batik Bekasi.
Usulan itu disampaikan dalam audiensi dengan Koperasi Komunitas Batik Bekasi (Kombas), Kamis (5/2/2026)..
Menurut Sardi, Batik Bekasi membutuhkan ruang terintegrasi yang tak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga pusat edukasi dan dokumentasi sejarah.
Ia membayangkan kawasan khusus yang memadukan aktivitas membatik, pelatihan bagi masyarakat, hingga literasi budaya.
“Kami membayangkan sebuah kampung batik yang di dalamnya terintegrasi aktivitas pembuatan batik, pelatihan bagi masyarakat, hingga literasi sejarah Batik Bekasi. Bahkan sejarah panjang Batik Bekasi ini penting untuk didokumentasikan secara komprehensif dalam sebuah buku,” kata Sardi dikutip Sabtu (7/2/2026).
Gagasan itu, kata dia, tidak sekadar membangun kawasan fisik, melainkan membentuk ekosistem budaya dan ekonomi kreatif.
Kampung batik diharapkan menjadi ruang regenerasi perajin sekaligus destinasi budaya yang memperkuat identitas lokal Kota Bekasi.
Selain mendorong pendirian kampung batik, Sardi mengajak Kombas terlibat dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Kota Bekasi pada 10 Maret mendatang.
DPRD berencana menghadirkan ragam kegiatan budaya yang menampilkan Batik Bekasi sebagai ikon daerah.
“Kita bisa menampilkan pelatihan membatik, demo mencanting, fashion show, dan pameran Batik Bekasi untuk semakin mengenalkannya pada publik,” ujarnya.
Ketua Kombas Barito Hakim Putra menyambut positif gagasan tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pendirian kampung batik maupun pendokumentasian sejarah Batik Bekasi dalam bentuk buku.
“Sebagai warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO, batik adalah kekayaan yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan. Kami siap memberikan dukungan penuh untuk merealisasikan gagasan ini,” kata Barito.
Barito menjelaskan, sejak berdiri pada 2010, Kombas aktif mempromosikan Batik Bekasi melalui berbagai ajang, mulai dari fashion show tingkat nasional hingga internasional.
Selain itu, komunitas tersebut rutin menggelar pelatihan membatik bagi mahasiswa dan masyarakat umum dari berbagai daerah.
Di tengah gempuran produk tekstil massal, penguatan identitas batik lokal dinilai menjadi tantangan tersendiri.
Pendirian kampung batik dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis budaya.
Jika terealisasi, kampung batik itu berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus ruang edukasi budaya bagi generasi muda.
Bagi Kota Bekasi, upaya ini dapat menjadi momentum mempertegas jati diri daerah di tengah arus urbanisasi dan industrialisasi yang kian pesat.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Advertorial)










