Kota Bekasi – Di balik jeruji besi Polsek Bekasi Utara, N (19) menyimpan kisah trauma keluarga yang mendalam.
Motif di balik aksi nekatnya membuang bayi di Tytyan Kencana, Bekasi Utara, bukan sekadar karena kehamilan di luar nikah, melainkan ketakutan luar biasa (fear of expulsion) terhadap reaksi orang tuanya.
Trauma Masa Lalu yang Mematikan
N mengaku kepada penyidik bahwa ia pernah memiliki pengalaman pahit diusir dari rumah hanya karena sering pulang malam.
Bayangan akan kemarahan orang tua dan status “tunawisma” untuk kedua kalinya membuat naluri keibuannya lumpuh.
Ia lebih memilih membuang bayinya di dalam plastik hitam daripada harus jujur kepada keluarganya sendiri.
Komunikasi Keluarga yang Buntu
Kasus ini menjadi alarm keras bagi warga Kota Bekasi mengenai pentingnya edukasi seksual dan pola asuh yang komunikatif.
“Ia takut diomelin dan takut diusir lagi,” ungkap Kapolsek Bekasi Utara, AKP Tono Listianto, Senin (9/3/2026).
Beruntung, nyawa sang bayi terselamatkan oleh warga yang hendak memberi makan kucing, meski saat ditemukan kondisinya sudah mulai membiru di dalam kantong plastik yang pengap.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












