Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bergerak cepat merespons insiden maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pekan lalu.
Dua titik perlintasan sebidang yang kerap menjadi titik macet dan rawan kecelakaan diusulkan untuk segera dibangun flyover dan underpass.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono, mengungkapkan bahwa usulan ini telah ditindaklanjuti ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui rapat bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Pembangunan ini menyasar dua lokasi perlintasan kereta api yang memiliki volume kendaraan sangat tinggi.
Underpass Lemahabang (JPL 118), direncanakan pada ruas Mekarmukti–Lemahabang (antara Stasiun Cikarang dan Stasiun Lemahabang). Estimasi anggaran mencapai Rp99 miliar.
Kabar baiknya, proses pembebasan lahan di titik ini dilaporkan sudah rampung.
Sementara flyover Telaga Asih (JPL 104) direncanakan pada ruas Telaga Asih–Wanasari (antara Stasiun Cibitung dan Stasiun Metland Telaga Murni).
Estimasi anggaran sebesar Rp85 miliar. Saat ini, Detail Engineering Design (DED) sudah siap, namun pembebasan lahan baru akan dimulai.
Mengingat lokasi proyek berada di ruas jalan nasional dan provinsi, Pemkab Bekasi berharap pembiayaan tidak sepenuhnya dibebankan kepada kas daerah (APBD).
“Harapannya dibangun provinsi atau pusat karena lokasinya berada di jalan provinsi dan nasional. Kabupaten menyiapkan lahannya sekaligus DED-nya. Kami harap usulannya bisa terwujud,” ujar Agus Budiono, Rabu (6/5/2026).
Langkah ini juga merupakan bentuk dukungan Pemkab Bekasi terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi seluruh perlintasan sebidang di Indonesia guna meminimalisir kecelakaan kereta api.
Agus menambahkan, selain faktor keselamatan, kedua titik tersebut merupakan jantung kemacetan di Kabupaten Bekasi.
Pertemuan arus kendaraan yang padat dengan jadwal kereta api yang semakin rapat membuat pembangunan fisik menjadi satu-satunya solusi permanen.
“Kami sudah sampaikan kepada Bappenas bagaimana kondisi di Kabupaten Bekasi. Dua titik tersebut memang kemacetannya luar biasa. Maka dua itu yang kami usulkan demi membenahi perlintasan sebidang,” pungkasnya.
Pemkab Bekasi kini dalam posisi menunggu persetujuan pendanaan dari pemerintah pusat agar pengerjaan fisik dapat segera dieksekusi guna menjamin keselamatan dan kenyamanan warga Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












