Bekasi  

Proyek Wisata Air Kalimalang Molor, Manajemen Salahkan Perang Global dan Cuaca Ekstrem

Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi, David Hendradjid Rahardja, membeberkan bahwa rantai hambatan konstruksi tersebut dipicu oleh kombinasi antara pecahnya ketegangan geopolitik internasional serta anomali iklim di tingkat lokal.

Kota Bekasi - Deretan kontainer UMKM terlihat terpasang di area kolong jalan layang kawasan Wisata Air Kalimalang, Kota Bekasi, Minggu (28/12/2025). Fasilitas tersebut masih dalam tahap penataan dan belum beroperasi. Foto: Dok. Ririn Refalina.
Deretan kontainer UMKM terlihat terpasang di area kolong jalan layang kawasan Wisata Air Kalimalang, Kota Bekasi, Minggu (28/12/2025). Fasilitas tersebut masih dalam tahap penataan dan belum beroperasi. Foto: Dok. Ririn Refalina.

Bekasi — Teka-teki mandeknya mega proyek Wisata Air Kalimalang di Kecamatan Bekasi Selatan akhirnya mulai terkuak. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot Kota Bekasi mengakui adanya rembesan krisis eksternal yang membuat target peresmian pada Mei 2026 ini resmi meleset dari kalender perencanaan.

Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi, David Hendradjid Rahardja, membeberkan bahwa rantai hambatan konstruksi tersebut dipicu oleh kombinasi antara pecahnya ketegangan geopolitik internasional serta anomali iklim di tingkat lokal.

“Ini bukan sekadar dampak perang global, tapi juga cuacanya cukup ekstrem di bulan Maret dan April lalu sehingga pengerjaannya tidak bisa maksimal,” ujar David dikutip Kamis (21/5/2026).

Efek Domino Pasokan dari Tiongkok

David mengungkapkan, arsitektur megaproyek ini memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap material impor. Sebagian besar komponen utama dan bahan baku pembangunan fisik diketahui harus didatangkan langsung dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok.

Akibatnya, eskalasi perang global yang mengganggu jalur logistik maritim internasional langsung memukul kelangsungan proyek di Bekasi.

Manajemen dihadapkan pada situasi pelik: harga bahan baku meroket tajam di luar estimasi anggaran baku, sementara jadwal pengiriman logistik ke tanah air mengalami penundaan berulang kali.

Berita Bekasi Lainnya  Keluarga Soroti Kejanggalan Kematian Aktivis Buruh Ermanto Usman di Bekasi

“Ini kenapa sampai hari ini yang target awalnya di bulan Mei itu belum terealisasi,” kata sarjana Hukum Islam ini, menjelaskan akar kemacetan proyek.

Akibat rentetan hambatan tersebut, agenda peluncuran akbar (grand opening) dipastikan mundur. Manajemen kini mematok tenggat baru yang tak kalah ketat.

“Kemungkinan Agustus baru akan rampung,” timpalnya.

Cetak Biru “Venesia” dan Pembongkaran 13 Jembatan

Proyek penataan bantaran sungai yang sempat dijuluki sebagai “Venesia-nya Bekasi” ini pertama kali diketok melalui proses peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis, 21 Agustus 2025 silam oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Tri Adhianto saat itu memproyeksikan kawasan ini sebagai pusat peradaban baru Kota Patriot yang memadukan keindahan tata cahaya (lighting), wisata air, dan pusat kuliner terapung.

“Digambarkan tadi ada lighting-nya kemudian ada kapalnya, nanti akan ada kulinernya juga,” tutur Tri.

Namun, ambisi tersebut menuntut radikalisasi infrastruktur yang tidak murah. Cetak biru pengerjaan proyek ini mewajibkan pembongkaran total terhadap 13 jembatan lama yang melintang di sepanjang aliran Kalimalang kawasan Kota Bekasi.

Berita Bekasi Lainnya  Bermodalkan Pistol Korek, Dua Jambret Rampas Ponsel Milik Warga di Babelan

Sebagai gantinya, konsorsium akan membangun lima jembatan baru berdesain “U” atau melengkung untuk memberikan ruang visual dan akses kapal wisata yang lebih lapang.

Konsorsium Anggaran Rp 138 Miliar: Swasta, Pemkot, dan Pemprov

Struktur pembiayaan proyek ini dirancang melalui skema keroyokan yang melibatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), APBD Kota, hingga APBD Provinsi dengan total proyeksi mencapai Rp 138 miliar.

Pada lini swasta, PT Miju Dharma Angkasa mengucurkan dana CSR sebesar Rp 35 miliar hingga Rp 36 miliar untuk memulai konstruksi jembatan melengkung.

Di luar itu, PT Mitra Patriot juga mengikat Kerja Sama Operasional (KSO) komersial dengan PT Miju Dharma Angkasa dengan total nilai investasi agregat sebesar Rp 48,1 miliar.

Guna mengimbangi penetrasi swasta, Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran daerah sebesar Rp 30 miliar yang dikhususkan untuk membangun fasilitas pedestrian (trotoar) penunjang di sepanjang sempadan sungai hingga ke kawasan Kota Bintang. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menyuntik dana bantuan keuangan tambahan sebesar Rp 60 miliar.

Berita Bekasi Lainnya  Paslon Heri-Sholihin Minta MK Diskualifikasi Tri-Harris di Pilwalkot Bekasi 2024

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa Pemprov Jabar tidak akan ragu menggelontorkan bantuan keuangan demi mewujudkan proyek ini sebagai warisan infrastruktur yang monumental.

“Kami punya target selama lima tahun memimpin, baik Gubernur atau Wali Kota nanti bisa dilihat jejak peradaban yang ditinggalkannya,” kata Dedi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *