Bekasi  

Pemkot Bekasi Libatkan MUI dan Pesantren Menyikapi Data 6.000 LGBT 

Bekasi - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Bekasi, Senin (15/6/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Bekasi, Senin (15/6/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi  – Pemerintah Kota Bekasi menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Pondok Pesantren, serta sejumlah lembaga sosial dalam menyikapi data yang menyebut terdapat sekitar 6.000 LGBT di Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan data tersebut sebenarnya telah dirilis sejak beberapa waktu lalu. Menurutnya, langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah memperkuat literasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Sebetulnya data itu sudah dirilis sejak beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, yang paling utama adalah bagaimana kita terus melakukan literasi dan edukasi kepada warga masyarakat agar bisa memperbaiki diri. Saya kira faktor lingkungan menjadi faktor yang paling dominan,” kata Tri kepada wartawan, Senin, (15/6/2026).

Menurut dia, penanganan persoalan sosial di masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, pemerintah mengajak unsur eksekutif, legislatif, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama untuk bersama-sama memberikan pembinaan kepada warga.

Tri menyebut sejumlah organisasi yang selama ini bermitra dengan Pemkot Bekasi, seperti Forum Komunikasi Pondok Pesantren, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), pekerja sosial masyarakat, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), akan terus dilibatkan dalam upaya edukasi dan pendampingan masyarakat.

“Yang paling utama sebetulnya adalah bagaimana kita membangun keluarga-keluarga yang sehat,” ujarnya.

Selain itu, Tri juga menanggapi informasi mengenai adanya komunitas LGBT  yang disebut ingin masuk ke lingkungan pendidikan untuk memberikan pemahaman mengenai kesetaraan kepada siswa.

Ia mengatakan pemerintah masih akan mengkaji informasi tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Saya kira hal itu masih kami kaji. Nanti akan kami lihat sejauh mana proses dan bentuk kegiatannya,” ucapnya.

Tri menambahkan, hingga saat ini masyarakat Kota Bekasi pada umumnya masih belum dapat menerima keberadaan LGBT. Karena itu, pemerintah memilih fokus pada pendekatan edukatif melalui sosialisasi yang melibatkan berbagai organisasi keagamaan dan sosial.

“Saat ini yang kami lakukan bersama MUI, Puspaga, Forum Komunikasi Pondok Pesantren, dan berbagai komponen lainnya adalah melakukan sosialisasi mengenai pola hidup yang baik,” tutupnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *