Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi kini memasuki fase “kejar tayang” dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Waktu efektivitas pembangunan yang tersisa hingga menjelang akhir triwulan ketiga menyisakan sejumlah kegiatan infrastruktur yang belum berjalan secara signifikan.
Kondisi ini mendesak Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi untuk meminta seluruh perangkat daerah, khususnya dinas-dinas teknis, agar segera mempercepat pengajuan berbagai kegiatan fisik.
Langkah tersebut dinilai krusial agar penumpukan pekerjaan di ujung tahun anggaran dapat dihindari.
Kepala Bagian PBJ Setda Kabupaten Bekasi, Iwan Indra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan situasi ini kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, sekaligus mendorong penerbitan surat edaran resmi terkait percepatan pembangunan.
“Hingga memasuki akhir triwulan ketiga ini masih banyak kegiatan yang belum berjalan. Oleh sebab itu, kami telah menyampaikan kepada pimpinan untuk mengeluarkan surat edaran terkait percepatan pembangunan,” kata Iwan di Cikarang Pusat, Sabtu (26/09/2026).
Sisa Waktu Tiga Bulan Jadi Tantangan Krusial
Menurut Iwan, sisa waktu tiga bulan menjelang penutupan tahun anggaran bukanlah durasi yang panjang.
Sebelum proyek fisik dapat dikerjakan di lapangan, setiap kegiatan wajib melewati rangkaian tahapan administratif yang ketat, meliputi proses pengadaan, kelengkapan dokumen, penandatanganan kontrak, pelaksanaan, hingga pengawasan dan penagihan.
Semakin lambat dokumen kegiatan diajukan oleh dinas teknis, maka durasi pengerjaan di lapangan akan semakin singkat.
“Kami bakal sampaikan kepada dinas teknis terkait percepatan pelaksanaan, mengingat waktu tahun APBD 2026 hanya tinggal tiga bulan. Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun karena waktu pelaksanaannya semakin terbatas,” tegasnya.
Kendala Perencanaan dan Penyesuaian Harga
Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nurchaidir, tidak menampik bahwa belum seluruh kegiatan di instansinya berjalan sesuai ekspektasi.
Ia menjelaskan bahwa sebagian program memang sejak awal dirancang masuk pada triwulan ketiga dan keempat dengan mempertimbangkan proyeksi kas daerah.
Selain faktor siklus anggaran, penyesuaian harga menyusul dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) turut memengaruhi tahapan perencanaan pembangunan daerah.
Kendati demikian, Disperkimtan tetap optimis dan menargetkan sejumlah kegiatan prioritas—seperti pembangunan jalan lingkungan dan drainase lingkungan—sudah dapat memasuki tahap penandatanganan kontrak pada akhir September ini.
“Kami target akhir bulan ini beberapa kegiatan sudah berkontrak yaitu untuk jalan lingkungan dan drainase lingkungan,” tandas Nurchaidir.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.











