Bekasi  

Tekan Inflasi, Pemkab Bekasi Siapkan Sistem Digital Peringatan Dini Bahan Pokok

Bekasi - Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Jl. RE Martadinata tepatnya di area pasar tumpah SGC Cikarang, pada Senin (4/5/2026) malam. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Jl. RE Martadinata tepatnya di area pasar tumpah SGC Cikarang, pada Senin (4/5/2026) malam. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan sistem pemantauan berbasis digital sebagai instrumen deteksi dini gejolak harga bahan pokok. Terobosan ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan laju inflasi di daerah tersebut.

Aplikasi ini dirancang untuk membangun sistem peringatan dini (early warning system) inflasi. Sistem sanggup membaca fluktuasi harga sekaligus memetakan kondisi pasokan barang kebutuhan pokok di tingkat distributor secara real time.

“Ini merupakan penyempurnaan sistem yang sudah diterapkan sejak 2018. Sekarang kita kembangkan lebih lanjut agar pemantauan harga dan pengendalian inflasi bisa dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi,” kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmy Yenti, Senin (21/9/2026).

Helmy menjelaskan bahwa sistem ini mengintegrasikan data harga pasar harian dengan laporan persediaan distributor. Integrasi ini memungkinkan pemerintah daerah membaca potensi kelangkaan barang lebih awal sebelum memicu lonjakan harga di pasaran.

Ketika pasokan menunjukkan tren penurunan, sistem otomatis memberikan peringatan dini. Mekanisme ini memberi ruang bagi pemerintah untuk mengambil langkah mitigasi sebelum gejolak harga terjadi di tingkat konsumen.

Saat ini, pengujian integrasi sistem digital tersebut telah mencapai 85 persen. Dinas Perdagangan terus melakukan penyempurnaan bersama tim konsultan dan menargetkan sistem beroperasi penuh dalam dua bulan mendatang.

Sistem digital ini merangkum seluruh lembar kerja pemantauan harian dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah 1 hingga 9. Skema ini menjamin setiap data lapangan terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Petugas UPTD melakukan pemantauan setiap hari. Data itu kemudian masuk ke sistem untuk diverifikasi sebelum diterbitkan. Dengan begitu, data yang sampai kepada masyarakat benar-benar memiliki dasar dari hasil pemantauan lapangan,” tutur Helmy.

Dua Modul Utama dan Kerahasiaan Data Stok

Sistem anyar ini mengusung dua modul utama yang saling terintegrasi. Modul pertama merupakan platform pemantauan harga publik yang dapat diakses masyarakat luas secara daring. Modul kedua berisi laporan stok distributor yang bersifat internal dan rahasia.

“Data stok distributor merupakan rahasia perdagangan sehingga tidak boleh dipublikasikan. Data tersebut tetap kita integrasikan untuk kebutuhan analisis internal, sedangkan informasi harga dapat diakses oleh masyarakat,” kata Helmy.

Memangkas Waktu Respons Intervensi Pasar

Lewat pemanfaatan teknologi ini, Dinas Perdagangan menargetkan efisiensi waktu respons terhadap potensi kelangkaan barang secara signifikan. Jika sebelumnya proses penanganan memakan waktu hingga enam hari, sistem baru ini sanggup memangkas durasi intervensi menjadi hanya dua hari.

“Kecepatan ini penting karena pemerintah harus bisa melakukan intervensi pasar secepat mungkin ketika ada indikasi gangguan terhadap harga atau ketersediaan barang pokok,” ujar Helmy.

Selain mempercepat respons pemerintah, keberadaan platform informasi resmi ini dapat membantu menepis rumor hoaks seputar kelangkaan barang. Transparansi data harga yang akurat berandil meredam kepanikan pembeli (panic buying) di tengah masyarakat.

Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi juga tengah memproses peluncuran modul pemantauan harga di Play Store. Kehadiran aplikasi mobile ini diharapkan makin mempermudah masyarakat mengakses rincian harga pangan harian langsung dari ponsel pintar mereka.

“Harapannya, masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi harga yang resmi dan terkini. Kita ingin sistem ini benar-benar memberikan manfaat dan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga,” pungkas Helmy.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *