Bekasi — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Hassana Hijau Indonesia dalam tata kelola sampah terpadu berbasis digital.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pengolahan sampah anorganik melalui program waste station ini dilaksanakan di tengah gelaran apel Senin pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (19/10/2026).
Kerja sama ini diproyeksikan untuk mentransformasi sistem pengelolaan sampah konvensional menjadi modern sekaligus memberikan insentif nilai ekonomi langsung bagi warga masyarakat Kota Bekasi.
Melalui skema waste station, masyarakat dapat memilah dan menyerahkan sampah anorganik bernilai guna untuk dicatat secara otomatis menjadi saldo dompet digital (e-wallet) atau poin reward.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memaparkan bahwa waste station mengadopsi mekanisme dasar bank sampah yang ditingkatkan (upgrade) menggunakan ekosistem digital agar pencatatan dan penukarannya lebih praktis serta transparan.
Alun-Alun Kota Bekasi ditunjuk sebagai lokasi pilot project pertama.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah yang dikumpulkan nantinya bisa tercatat secara digital, menjadi poin, dan dikonversi menjadi saldo,” ujar Tri Adhianto.
Cakup Limbah Minyak Jelantah hingga Penjemputan Elektronik Bekas
Selain fokus pada sampah plastik dan anorganik keras, cakupan program kolaborasi ini juga menyasar limbah rumah tangga berupa minyak goreng bekas (jelantah).
Sementara untuk kategori sampah elektronik (e-waste) berukuran besar, Pemkot Bekasi bersama mitra menyediakan armada layanan penjemputan (pick-up service) langsung ke lokasi warga guna memastikan penanganan limbah B3/elektronik sesuai standar lingkungan.
Tri berharap hadirnya inovasi ini dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah di lingkungan rumah tangga maupun ruang publik.
“Kami berharap program ini bisa menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat, bahwa sampah bukan hanya sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga bisa dikelola dan memiliki nilai guna. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan Kota Bekasi semakin meningkat,” tambahnya.
Program waste station digital ini diharapkan menjadi pijakan penting Pemkot Bekasi menuju penerapan ekonomi sirkular (circular economy) dan perwujudan kota yang bersih serta berkelanjutan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












