Bekasi  

Kemnaker Bekali Tenaga Kerja Lewat Pelatihan Vokasi di Banyuwangi

Banyuwangi - Kemnaker buka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Non-Batch 5 di BPVP Banyuwangi diikuti 68 peserta (22/10/2026). Dorong penguasaan kompetensi via SIAPkerja. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Kemnaker buka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Non-Batch 5 di BPVP Banyuwangi diikuti 68 peserta (22/10/2026). Dorong penguasaan kompetensi via SIAPkerja. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Banyuwangi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Non-Batch 5 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Jawa Timur pada 19 Oktober 2026. Pelatihan ini diikuti 68 peserta.

Peserta tersebar di lima program pelatihan, yaitu Service Sepeda Motor Injeksi sebanyak 18 orang, Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial 20 orang, Practical Office Tingkat Lanjut 13 orang, Pembuatan Espresso dan Latte Art 9 orang, serta Internet of Things 8 orang.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab membuka pelatihan tersebut dalam kegiatan Vokasi Connect, yang juga memberikan peserta informasi tentang pasar kerja.

“Pasar kerja terus berubah dengan cepat, dan hanya mereka yang mau belajar serta meningkatkan kompetensi yang akan mampu bertahan dan berkembang,” kata Sukro melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (22/10/2026).

Berita Bekasi Lainnya  Apes! Kurir Ganja Kena Patroli Polsek Cabangbungin

Sukro menyebut Kemnaker menyiapkan sejumlah layanan melalui aplikasi SIAPkerja. Layanannya meliputi pelatihan vokasi, BizHub yang memuat program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) tingkat pemula dan lanjutan, SertiHub untuk sertifikasi, KarirHub untuk informasi lowongan kerja, serta MagangHub untuk pemagangan.

Dalam kesempatan itu, Sukro meminta para peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di dunia kerja.

Kegiatan ini juga memuat sesi penguatan pemahaman pasar kerja bersama Tim Pusat Pasar Kerja. Ema Prihatini memaparkan kebijakan ketenagakerjaan dalam negeri, sedangkan Baskoro Putra Aditya membahas cara membaca pasar kerja dan menyiapkan langkah karier sesuai kebutuhan dunia kerja.

Setelah sesi tersebut, peserta berdiskusi tentang pemanfaatan Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK) melalui peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dan guru bimbingan konseling (BK). Diskusi ini bertujuan menghubungkan calon tenaga kerja dengan layanan pelatihan dan kebutuhan pasar kerja.

Berita Bekasi Lainnya  Kasus Dugaan Pelecehan Pejabat SPPG Bekasi, Korban Serahkan Bukti Rekaman CCTV ke Polisi

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *