Bekasi  

Waspada Longsor dan Luapan Sungai, Bantaran Kali di Bekasi Dinilai Rawan

Kabupaten Bekasi - Rumah warga di Warung Pojok, RT 01 RW 02, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami longsor akibat luapan Kali Bekasi. Foto: Gobekasi.id.
Rumah warga di Warung Pojok, RT 01 RW 02, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami longsor akibat luapan Kali Bekasi. Foto: Gobekasi.id.

Kota Bekasi – Kewaspadaan terhadap potensi longsor di kawasan bantaran sungai Kota Bekasi kembali ditekankan seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Wilayah yang dilalui Kali Bekasi, Kali Cikeas, Kali Cileungsi, Kali Cakung, serta sejumlah titik lain dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pergerakan tanah.

Kerawanan tersebut dipengaruhi struktur tanah di sekitar aliran sungai yang mudah tergerus ketika debit air meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu longsor tebing sungai sekaligus memperparah risiko luapan air ke permukiman warga.

Upaya pencegahan dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis), untuk mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat.

Pada awal tahun ini, peristiwa longsor sempat terjadi di kawasan Jalan CBD Jatisampurna. Penanganan dilakukan secara cepat untuk mencegah dampak lanjutan terhadap akses jalan dan permukiman sekitar.

Meski demikian, warga yang bermukim di bantaran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode cuaca ekstrem. Selain ancaman longsor, kekhawatiran juga tertuju pada potensi luapan sungai.

Permukiman di Kampung Lebak, Bekasi Utara, kembali disebut sebagai salah satu kawasan yang kerap terdampak genangan saat debit Kali Bekasi meningkat. Dalam beberapa kejadian terakhir, air sungai meluap dan merendam rumah warga.

Dibandingkan dengan wilayah hulu di Kabupaten Bogor yang lebih sering mengalami longsor lereng, Kota Bekasi menghadapi kombinasi risiko berupa abrasi bantaran sungai dan banjir luapan. Sementara itu, kawasan pesisir utara Jawa Barat lebih dominan terdampak banjir rob dan penurunan muka tanah.

Perbedaan karakter risiko tersebut menjadikan penanganan di Kota Bekasi memerlukan pendekatan khusus, antara lain melalui penguatan tebing sungai, pengendalian debit air, serta penataan permukiman di sekitar aliran sungai.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Sufi P.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *