Bekasi  

18 Hari ‘Kawah Candradimuka’ Daring bagi PPPK Kabupaten Bekasi 2026

Kabupaten Bekasi - Salah satu PPPK yang melakukan Pembelajaran Berbasis Daring (Massive Online Course/MOOC). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Salah satu PPPK yang melakukan Pembelajaran Berbasis Daring (Massive Online Course/MOOC). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi – Wajah pelayanan publik di Kabupaten Bekasi bersiap memasuki babak baru. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2026 kini mulai menjalani orientasi dan pengembangan kompetensi dengan sistem yang sepenuhnya modern: Pembelajaran Berbasis Daring (Massive Online Course/MOOC).

Langkah ini diambil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi untuk memastikan ribuan aparatur baru memiliki standar kompetensi yang seragam tanpa terkendala sekat geografis wilayah Bekasi yang luas.

Skema 15+3: Fleksibilitas Tanpa Kompromi Kualitas

Ketua Tim Diklat BKPSDM Kabupaten Bekasi, Anton Sujarwo, merinci bahwa total durasi orientasi ini memakan waktu kurang lebih 18 hari. Skema perjalanannya dibagi menjadi dua fase krusial:

15 Hari Pembelajaran Mandiri (MOOC): Peserta mendalami modul digital secara mandiri melalui platform e-learning.

3 Hari Penguatan Intensif: Fokus pada internalisasi nilai-nilai (Core Values BerAKHLAK) serta etika profesi melalui video conference.

“Metode ini memungkinkan seluruh peserta tetap dapat mengikuti pembelajaran secara optimal meskipun berada di lokasi tugas yang berbeda, sekaligus memberikan fleksibilitas belajar yang efektif,” jelas Anton, Kamis (26/3/2026).

Pengawasan Berlapis dari Provinsi hingga Kabupaten

Meski dilakukan secara jarak jauh (distance learning), BKPSDM menjamin kualitas materi tetap terjaga. Proses ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari fasilitator BPSDM Provinsi Jawa Barat hingga pengamat kelas (obsever) dari BPSDM dan BKPSDM Kabupaten Bekasi.

Pemanfaatan modul digital yang terstruktur dan sesi interaktif via video conference menjadi tulang punggung sistem ini agar interaksi antara mentor dan peserta tetap terjaga secara real-time.

Syarat Kelulusan Ketat: Sikap dan Perilaku Jadi Penentu

Jangan dikira pembelajaran daring berarti bisa santai. BKPSDM menetapkan parameter evaluasi yang sangat ketat bagi para peserta PPPK. Kelulusan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademis, tetapi juga integritas selama proses belajar.

Komponen penilaian meliputi presensi (Kehadiran) digital, partisipasi aktif dalam forum diskusi, sikap dan Perilaku (Integritas), penugasan mandiri yang terukur dan post-test sebagai evaluasi akhir.

“Peserta wajib memenuhi seluruh komponen tersebut sebagai syarat kelulusan agar kompetensi yang diperoleh benar-benar terukur dan dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan publik,” tegas Anton.

Menuju ASN Berkelas Dunia

Dengan sistem orientasi modern ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap tidak ada lagi kesenjangan kompetensi antar-pegawai.

Digitalisasi pelatihan ini diharapkan mampu mencetak PPPK yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi—sejalan dengan visi transformasi digital pemerintahan yang tengah digencarkan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *