Bekasi  

Arus Balik, 53 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Layang MBZ, Volume Naik 140 Persen

Kota Bekasi - Jalan Layang Tol MBZ. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Jalan Layang Tol MBZ. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) yang membentang di atas jalur Jakarta-Cikampek wilayah Bekasi menjadi saksi bisu kembalinya gelombang besar pemudik ke ibu kota. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat lonjakan volume kendaraan yang sangat signifikan pada H+4 Idulfitri 1447 H, Rabu (25/3/2026).

Sebanyak 53.189 kendaraan dilaporkan telah melintas menuju arah Jakarta melalui tol layang terpanjang di Indonesia tersebut. Angka ini mencerminkan kenaikan fantastis sebesar 140,78% jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang biasanya hanya berkisar di angka 22.090 kendaraan.

Perbandingan Arus: Jakarta Jadi Magnet Utama

Sementara arah menuju Jakarta “merah” oleh kepadatan, arus sebaliknya (meninggalkan Jakarta) terpantau jauh lebih landai meski tetap mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 29.502 kendaraan melintas ke arah Cikampek, atau naik 35,41% dari kondisi normal.

Berita Bekasi Lainnya  Ketua Tim KTJ 2023, Lia Erliani Apresiasi Ketahanan Pangan RW 23 Kelurahan Margahayu dan RW 14 Kelurahan Perwira

Dominasi arus menuju Jakarta ini mengonfirmasi bahwa puncak arus balik benar-benar sedang terjadi, menempatkan Ruas MBZ sebagai jalur krusial bagi para pemudik yang ingin menghindari titik-titik kemacetan di jalur bawah.

Strategi Pengurai Kepadatan: Diskon Gede 30 Persen

Menyikapi tingginya animo pemudik, Direktur Utama PT JJC, Hendri Taufik, mengeluarkan imbauan taktis bagi warga yang belum melakukan perjalanan balik. Salah satu “senjata” pengurai kemacetan yang disiapkan adalah insentif tarif tol.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan di luar waktu puncak. Manfaatkan potongan tarif tol sebesar 30% pada tanggal 26 dan 27 Maret 2026,” ujar Hendri, Kamis (26/3/2026).

Potongan harga ini berlaku khusus bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung menuju GT Cikampek Utama. Langkah ini diharapkan mampu memecah konsentrasi kendaraan agar tidak menumpuk di satu waktu yang bersamaan.

Berita Bekasi Lainnya  Cap Go Meh 2025, Pj Wali Kota Bekasi: Semoga Tahun Ular Kayu Membawa Keberuntungan

Waspada Cuaca dan Kondisi Fisik di Jalur Atas

Berkendara di jalur layang MBZ memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait terpaan angin kencang dan ketiadaan jalur darurat yang luas. PT JJC mengingatkan pemudik untuk:

Cek Kondisi Kendaraan: Pastikan BBM dan daya listrik (bagi mobil listrik) mencukupi karena tidak ada SPBU di atas jalur layang.

Waspada Hujan: Antisipasi perubahan cuaca mendadak yang dapat memengaruhi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin.

Fisik Pengemudi: Pastikan dalam kondisi prima untuk menghadapi potensi antrean panjang di atas tol.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Pastikan semua dalam keadaan prima agar perjalanan berlangsung aman hingga sampai ke tempat tujuan,” pungkas Hendri.

Berita Bekasi Lainnya  Dongkrak Daya Tampung, Pemkab dan DPRD Bekasi Usul Empat Sekolah Negeri Baru ke Provinsi

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *