Kabupaten Bekasi – Gemuruh persiapan ibadah haji 1447 H/2026 di Kabupaten Bekasi memasuki tahapan krusial. Bertempat di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) resmi memulai rangkaian vaksinasi wajib bagi ribuan calon jemaah haji, Kamis (26/3/2026).
Langkah medis ini menjadi “paspor kesehatan” utama sebelum para jemaah bertolak menuju Arab Saudi, guna menangkal risiko penularan penyakit global di tengah padatnya aktivitas ibadah.
Strategi Vaksinasi: 700 Orang per Hari
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bekasi, dr. Irfan Maulana, menjelaskan bahwa proses ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pemeriksaan kesehatan yang telah berjalan sejak November 2025.
“Vaksinasi ini menyasar sekitar 3.300 calon jemaah. Agar tidak terjadi penumpukan, kami menjadwalkan 500 hingga 700 orang per hari, mulai hari ini hingga 1 April 2026 mendatang,” jelas dr. Irfan.
Vaksin Meningitis dan Polio dipilih sebagai proteksi wajib mengingat jemaah akan berinteraksi dengan jutaan orang dari seluruh dunia. Tanpa kekebalan yang cukup, risiko radang selaput otak (meningitis) menjadi ancaman nyata di tengah kondisi fisik yang lelah.
‘Warning’ Fisik: Jangan Tumbang di Jalur Jamarat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arif Kurnia, memberikan penekanan serius mengenai ketahanan fisik. Ibadah haji bukan sekadar ritual spiritual, melainkan “maraton” fisik yang menguras stamina.
“Kalau fisiknya kurang kuat, apalagi saat lempar jumrah yang jaraknya cukup jauh dari pemondokan, nanti bisa jadi kendala. Dari sekarang, bapak dan ibu harus mulai latihan fisik seperti jalan pagi,” imbau dr. Arif kepada para jemaah.
Beliau juga mengingatkan agar jemaah tidak terlalu memforsir tenaga pada kegiatan sosial seperti walimatus safar (syukuran keberangkatan) yang seringkali menguras energi menjelang hari H keberangkatan.
Perdana via Bandara Kertajati
Ada yang berbeda pada musim haji tahun ini bagi warga Kabupaten Bekasi. Rencananya, sekitar tujuh kloter penuh dan satu kloter campuran akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka.
Untuk mengawal keselamatan jemaah, Dinkes telah menyiapkan 12 Tenaga Kesehatan Kloter (dokter dan perawat), Tim Pendamping Daerah khusus untuk memantau jemaah lansia.
Pemeriksaan Lanjutan bagi jemaah wanita usia subur (tes kehamilan) menjelang keberangkatan.
Tips Sehat: Bawa Bekal Obat 40 Hari
Petugas kesehatan mengingatkan jemaah untuk membawa obat-obatan pribadi yang biasa dikonsumsi. Mengingat durasi ibadah mencapai kurang lebih 40 hari, kesiapan obat mandiri sangat krusial jika terjadi keluhan kesehatan ringan di luar penanganan tim medis kloter.
“Istirahat cukup dan hindari kelelahan. Jika sakit saat tiba di Arab Saudi, ada kemungkinan jemaah dipulangkan. Kita berdoa agar semua berangkat sehat, pulang menjadi haji mabrur,” pungkas dr. Irfan.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












