Bekasi  

Digerus Arus Kali Cikarang, 4 Rumah Warga Ambruk Akibat Longsor

Peningkatan debit air sungai yang terjadi secara fluktuatif menyebabkan dinding tanah di bantaran kali tersebut terkikis habis (erosi), hingga akhirnya meruntuhkan bangunan permanen milik warga yang berada tepat di atasnya.

Kota Bekasi - Kondisi rumah rusak akibat longsor Kali Cikarang Barat
Sebanyak empat rumah warga di Kampung Kaum RT 01/05, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dilaporkan rusak berat akibat tergerus derasnya arus Kali Cikarang. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi – Ancaman longsor di bantaran sungai kembali memakan korban. Sebanyak empat rumah warga di Kampung Kaum RT 01/05, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dilaporkan rusak berat akibat tergerus derasnya arus Kali Cikarang dalam beberapa waktu terakhir.

Peningkatan debit air sungai yang terjadi secara fluktuatif menyebabkan dinding tanah di bantaran kali tersebut terkikis habis (erosi), hingga akhirnya meruntuhkan bangunan permanen milik warga yang berada tepat di atasnya.

Salah satu warga terdampak, Puput (30), mengungkapkan bahwa fenomena alam ini sebenarnya sudah terjadi secara bertahap selama beberapa tahun. Namun, kondisi kian memburuk sejak pertengahan 2025 hingga puncaknya merusak struktur bangunan rumahnya.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Bekasi Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Jalur Mudik 2026

“Kejadian longsor terparah terjadi pada Juli 2025. Sekarang terjadi lagi hingga rumah milik ibu dan saya sudah tidak dapat dihuni,” ujar Puput saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/2026).

Bangunan Dapur dan Ruang Keluarga Hilang Terbawa Arus

Puput menjelaskan betapa mengerikannya kecepatan pengikisan tanah di wilayah tersebut. Dahulu, jarak antara bagian belakang rumahnya dengan bibir aliran Kali Cikarang masih tersisa sekitar tujuh meter.

Namun, akibat pengikisan terus-menerus yang tidak tertangani, batas tanah tersebut hilang. Sebagian besar bangunan rumah, mulai dari area dapur hingga ruang keluarga, kini telah ambles dan hilang terbawa arus sungai.

Baca Juga: Longsor Hutan Bambu Jadi Alarm Percepatan Tanggul Permanen Bantaran Kali Bekasi

Kondisi serupa dialami oleh tiga tetangganya yang berada di sepanjang bantaran sungai. Keempat rumah tersebut kini dinyatakan sudah tidak layak huni dan membahayakan keselamatan jiwa.

Warga Terpaksa Mengungsi ke Rumah Kontrakan

Akibat hilangnya tempat tinggal, para korban kini terpaksa mengungsi. Mereka memilih mencari tempat tinggal sementara dengan menyewa rumah kontrakan di sekitar wilayah Cikarang Barat demi menjaga keselamatan keluarga masing-masing.

“Saat ini saya dan ibu tinggal di rumah kontrakan. Tetangga lain juga sudah pindah karena rumah mereka memang sudah tidak layak huni lagi,” kata Puput dengan nada sedih.

Ketakutan akan adanya longsor susulan membuat warga tidak berani bertahan di lokasi, terutama saat hujan deras turun dan debit Kali Cikarang meningkat tajam.

Warga Desak Pemerintah Bangun Tanggul Penahan

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga sangat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera mengambil langkah nyata. Meskipun rumah yang rusak sulit untuk diperbaiki kembali, warga meminta adanya upaya mitigasi bencana.

Pembangunan tanggul penahan tebing (sheet pile) dinilai menjadi solusi mendesak guna mengurangi risiko longsor lanjutan yang mengancam rumah-rumah warga lainnya di sepanjang aliran sungai.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah, setidaknya berupa penanganan seperti pembangunan tanggul agar tanah warga tidak terus terkikis oleh aliran sungai,” pungkas Puput.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *