Bekasi  

Krisis BBM, Puluhan Alat Berat di TPA Burangkeng Berhenti Operasi

Krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri menjadi penyebab utama puluhan alat berat mogok beroperasi, yang memicu antrean panjang truk sampah.

Bekasi -Antrean Truk Sampah Mengular di TPA Burangkeng akibat terhentinya operasional alat berat
Antrean Truk Sampah Mengular di TPA Burangkeng akibat terhentinya operasional alat berat.

Bekasi– Aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, dilaporkan lumpuh total sejak Jumat (24/4/2026).

Krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri menjadi penyebab utama puluhan alat berat mogok beroperasi, yang memicu antrean panjang truk sampah.

Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan truk pengangkut sampah tertahan dengan muatan penuh di sepanjang akses jalan masuk hingga area parkir. Armada-armada ini tidak bisa menjangkau titik pembuangan karena gunungan sampah tidak ada yang menata.

“Situasi seperti ini baru kali ini terjadi. Alasannya karena operator kesulitan mendapatkan pasokan BBM industri,” ujar Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro.

Samsuro menjelaskan bahwa kelangkaan ini disinyalir merupakan dampak dari ketegangan geopolitik global. Lonjakan harga energi fosil akibat konflik Iran-Israel membuat distributor sulit menyalurkan BBM jenis solar industri.

Berita Bekasi Lainnya  Antusiasme Tinggi Peserta Tes Seleksi PPPK di Kabupaten Bekasi, Absen Hanya 0,098%

Dalam kondisi normal, TPA Burangkeng mengoperasikan 22 unit alat berat dengan konsumsi solar mencapai 3.000 liter per hari. Namun, pasokan yang biasanya lancar kini tersendat berhari-hari.

“Biasanya pesan langsung dikirim. Sekarang sulit, katanya barangnya tidak ada. Ini dampak dari perang itu,” imbuhnya.

Krisis ini diperparah dengan lonjakan harga BBM industri yang tidak wajar. Pihak ketiga selaku penyedia alat berat melaporkan kenaikan harga yang sangat drastis, dari kisaran Rp15.000-Rp16.000 menjadi Rp35.000 per liter.

Kondisi ini membuat pihak pengelola alat berat mengajukan perubahan atau penyesuaian kontrak kerja kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi berkaitan dengan sewa 22 unit dengan kebutuhan 150 liter unit per hari.

Berita Bekasi Lainnya  Bejat! Anak Berkebutuhan Khusus di Bekasi Jadi Korban Pencabulan Pria 43 Tahun

Permohonan penyesuaian harga sewa berikut BBM nya sendiri sedang diajukan sejak minggu lalu.

Meski dampak langsung ke lingkungan warga belum terlihat signifikan hari ini, ancaman serius mengintai dalam beberapa hari ke depan. Terhentinya operasional di TPA membuat truk-truk sampah terjebak di dalam area pembuangan dan tidak bisa kembali ke wilayah tugas masing-masing.

“Yang kami khawatirkan adalah soal pelayanan pengangkutan di wilayah. Truk tidak bisa kembali untuk narik sampah lagi kalau masih terjebak di sini. Semoga segera ada solusi,” pungkas Samsuro.

Jika pasokan BBM tidak segera normal, warga Kabupaten Bekasi diminta bersiap menghadapi potensi keterlambatan pengangkutan sampah di lingkungan masing-masing.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *