Bekasi  

Nestapa Aspal di Tepian CBL

Konstruksi jalan di sepanjang Kali Cikarang Bekasi Laut terus digerus air dan beban muatan. Buruknya drainase dan kepungan ruko memperparah kerusakan.

Bekasi - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara langsung meninjau tiga titik jalan ambles di ruas vital tersebut di Kecamatan Cibitung, Selasa (21/4/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara langsung meninjau tiga titik jalan ambles di ruas vital tersebut di Kecamatan Cibitung, Selasa (21/4/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Jalan Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) kini tak ubahnya jalur maut yang rapuh. Ruas jalan yang menjadi nadi transportasi di Kabupaten Bekasi ini terus mengalami amblas dan kerusakan parah.

Pemerintah daerah menuding posisi geografis yang terjepit di antara dua aliran air sebagai biang kerok utama.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Dede Chairul, mengungkapkan bahwa jalur CBL berada dalam posisi yang dilematis secara teknis. Badan jalan tersebut diapit oleh saluran irigasi pada sisi atas dan aliran Kali CBL di sisi bawah.

“Posisi saluran irigasi lebih tinggi dari badan jalan, sehingga rembesan air tak terhindarkan,” ujar Dede dikutip Selasa (12/5/2026).

Berita Bekasi Lainnya  Ibu Muda di Bekasi Jadi Korban KDRT, Penyebabnya Karena Tegur Suami yang Tak Bekerja 3 Hari

Kondisi ini diperparah saat debit Kali CBL meningkat. Arus sungai yang deras menggerus fondasi tanah, menarik konstruksi jalan hingga memicu longsor.

Namun, alam bukan satu-satunya tersangka. Manusia dan mesin turut andil dalam mempercepat laju kerusakan.

Mobilitas kendaraan bertonase besar yang melampaui kapasitas jalan menjadi beban tambahan yang tak sanggup dipikul aspal CBL.

Meski Dinas Perhubungan telah diminta melakukan pembatasan, truk-truk raksasa masih kerap melintas, menghantam struktur jalan yang sudah rapuh karena rembesan air.

Persoalan kian pelik akibat carut-marutnya sistem drainase. Dede menyoroti menjamurnya bangunan ruko yang menutup saluran air, ditambah tumpukan sampah yang menyumbat aliran.

Akibatnya, saat hujan turun, air tak mengalir ke saluran, melainkan parkir di badan jalan.

Berita Bekasi Lainnya  Kota Bekasi Perpanjang PPKM Selama 30 Hari

“Banyak saluran air menyumbat dan tertutup ruko. Salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah drainase buruk dan muatan kendaraan yang berlebih,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi kini berada dalam posisi sulit. Memperbaiki jalan tanpa membenahi drainase dan menertibkan bangunan di atas saluran air hanya akan menjadi proyek sia-sia.

Di tepi Kali CBL, aspal yang amblas kini menjadi monumen atas lemahnya pengawasan tata ruang dan kegagalan mengendalikan beban jalan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *