Bekasi  

Nyanyian Kabid SDA di Sidang Tipikor: Ngaku Diperintah Kadis Henri Lincoln Plot Proyek Rp40 Miliar untuk Sarjan

Persidangan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, mulai menyasar peran para pejabat teknis. Hakim mencium aroma "lempar batu" dalam pengondisian proyek senilai Rp40 miliar.

Bekasi - Agung Mulya—Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi saat memberikan kesaksian di ruang sidang Pengadilan Tipikor Bandung memanas pada Senin (11/5/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.
Agung Mulya—Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi saat memberikan kesaksian di ruang sidang Pengadilan Tipikor Bandung memanas pada Senin (11/5/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bandung – Ruang sidang Pengadilan Tipikor Bandung memanas pada Senin (11/5/2026). Di balik mik pengeras suara, Agung Mulya—Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi—tampak tersudut. Pengakuannya yang mengalir deras mengenai pengaturan 38 paket proyek justru memancing amarah majelis hakim.

Agung tak sekadar memberi kesaksian; ia melempar bola panas ke arah atasannya, Kepala Dinas SDABMBK Henri Lincoln. Di hadapan hakim, Agung mengaku perannya dalam memuluskan jalan pengusaha Sarjan untuk meraup proyek senilai Rp40 miliar hanyalah bentuk “kepatuhan” seorang bawahan.

“Pimpinan meminta agar membantu Sarjan mendapatkan pekerjaan tersebut,” ujarnya pelan namun telak.

Nyanyian Agung mengungkap praktik ijon yang terorganisasi. Sebelum lelang resmi diketok, nama Sarjan disebut-sebut sudah “di-plot” dalam daftar penerima pekerjaan.

Berita Bekasi Lainnya  Kartu Sehat Andalan Pemkot Bekasi Diberhentikan Awal Tahun 2020?

Agung pun mengaku diminta pimpinannya menghubungi pihak perusahaan untuk menyiapkan tetek bengek administrasi agar secara teknis terlihat legal.

Namun, majelis hakim tak lantas menelan mentah-mentah pengakuan tersebut. Hakim anggota Alex Tahi Hamonangan mencium ada upaya cuci tangan massal dalam pusaran rasuah ini.

“Jangan sampai saling lempar batu, saling lempar kesalahan,” tegas Alex.

Gerah dengan keterangan yang dianggap saling mengunci, hakim memerintahkan jaksa KPK untuk mengonfrontir Agung dan Henri Lincoln dalam satu meja pada sidang berikutnya.

Jaksa KPK Fahmi Idris pun tampak sudah mengantongi pola yang sama. Menurutnya, keterangan mengenai instruksi langsung dari Henri Lincoln bukan pertama kali muncul. Pola perintah “top-down” ini juga sempat mengemuka dalam persidangan terdakwa Sarjan sebelumnya.

Berita Bekasi Lainnya  PGN Pastikan Tidak Ada Kebocoran Gas di Bekasi, tapi Warga Tetap Diminta Waspada

Kini, jaksa sedang membidik titik temu terkait dugaan fee proyek sebesar 10 persen yang diduga mengalir ke kantong para petinggi.

Agung sendiri tak sepenuhnya bersih. Ia mengaku kecipratan “uang lelah” sebesar Rp20 juta dari Sarjan setelah proyek cair pada 2024. Meski jumlahnya terlihat kecil dibanding nilai proyek Rp40 miliar yang dikondisikan, pengakuan ini menjadi kepingan penting bagi KPK untuk menyusun konstruksi perkara Ade Kunang dan ayahnya, HM Kunang.

Hingga saat ini, Ade Kunang masih bersikukuh pada pembelaannya. Namun, dengan diperintahkannya konfrontasi antara Kepala Bidang dan Kepala Dinas, tabir gelap mengenai siapa sebenarnya sutradara di balik ijon proyek bernilai miliaran rupiah ini diprediksi akan segera tersingkap lebar.

Berita Bekasi Lainnya  Tawuran Remaja Pecah di Cibitung, Satu Orang Tewas

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *