Bekasi  

Jadi Sasaran Vandalisme, Proyek Wisata Air Kalimalang Bekasi Tak Kunjung Diresmikan

Proyek yang awalnya diumbar bakal memotong pita peresmian pada medio Maret, April, hingga Mei 2026 ini, nyatanya masih berupa lanskap mati yang tak kunjung beroperasi.

Bekasi - Aksi vandalisme di cargo kuliner proyek Wisata Air Kalimalang Bekasi. Foto: Gobekasi.id.
Aksi vandalisme di cargo kuliner proyek Wisata Air Kalimalang Bekasi. Foto: Gobekasi.id.

Bekasi — Proyek penataan sempadan saluran Kalimalang yang digadang-gadang bakal menjadi ikon wisata air baru dan tempat rekreasi modern di Kota Bekasi kini bernasib suram.

Proyek yang awalnya diumbar bakal memotong pita peresmian pada medio Maret, April, hingga Mei 2026 ini, nyatanya masih berupa lanskap mati yang tak kunjung beroperasi.

Ambisi pemerintah daerah untuk menyulap bantaran sungai di sepanjang Jalan Raya KH Noer Ali itu kini menyisakan tanda tanya besar di benak publik. Padahal, dana taktis hingga puluhan miliar rupiah bersumber dari CSR dan KSO telah digelontorkan untuk membangun sejumlah infrastruktur penunjang di lokasi tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah fasilitas fisik sebenarnya telah tegak berdiri. Mulai dari jembatan lengkung ikonik, dermaga mini untuk menunjang rekreasi air, hingga deretan kontainer yang sedianya diplot sebagai sentra kuliner bagi para pelaku bisnis UMKM.

Berita Bekasi Lainnya  Terobos Perlintasan, 7 Warga Tewas Dihantam Argo Parahyangan

Namun, alih-alih diramaikan oleh aktivitas pelancong dan perputaran ekonomi lokal, area proyek megaproyek ini justru tampak lengang dari aktivitas publik.

Ironisme proyek “setengah matang” ini kian telanjang jika menilik kondisi deretan kontainer kuliner yang berjejer di pinggir jalan protokol tersebut.

Karena ditinggalkan tanpa pengawasan ketat dan terkesan dibiarkan terbengkalai berbulan-bulan, fasilitas komersial tersebut kini beralih fungsi menjadi sasaran empuk aksi vandalisme.

Dinding-dinding kontainer yang mulanya dicat rapi kini penuh dengan coretan grafiti liar tak beraturan menggunakan cat semprot. Pemandangan kumuh ini kontras dengan narasi estetika kota yang kerap didengungkan dalam dokumen perencanaan proyek.

Kelambatan penyelesaian koridor wisata air ini memperpanjang daftar proyek infrastruktur di Kota Bekasi yang kerap meleset dari kalender target. Warga kini hanya bisa menatap nanar monumen puluhan miliar tersebut, sembari mempertanyakan akuntabilitas perencanaan yang dinilai lemah dalam pengawasan pasca-konstruksi.

Berita Bekasi Lainnya  Simak Jadwal Gerhana Bulan Total dan Puncaknya

Jika tidak segera diintervensi, kawasan ini justru berisiko berubah menjadi area kumuh baru di jantung Kota Bekasi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *