Bekasi  

Pembangunan Padel Dekat Sekolah Tunggu Hasil Kesepakatan

Polemik proyek olahraga tersebut mencuat setelah pihak Asshodriyah Islamic School (AIS) Bekasi menyampaikan keberatan karena lokasi pembangunan berada tepat di belakang lingkungan sekolah.

Bekasi - Pembangunan lapangan padel di kawasan Jalan Caman Raya, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Pembangunan lapangan padel di kawasan Jalan Caman Raya, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Pembangunan lapangan padel di kawasan Jalan Caman Raya, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi masih dihentikan sementara sambil menunggu hasil kesepakatan antara pihak pengelola, sekolah, masyarakat serta Pemerintah Kota Bekasi.

Polemik proyek olahraga tersebut mencuat setelah pihak Asshodriyah Islamic School (AIS) Bekasi menyampaikan keberatan karena lokasi pembangunan berada tepat di belakang lingkungan sekolah.

Pihak sekolah khawatir aktivitas pembangunan hingga operasional lapangan padel nantinya dapat mengganggu kenyamanan belajar siswa.

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi, Arief Maulana mengatakan pemerintah telah melakukan rapat pembahasan dan mediasi antara pengelola padel dengan pihak sekolah yang mewakili masyarakat sekitar.

“Setelah dilakukan rapat pembahasan dan mediasi antara pemilik padel dengan masyarakat sekitar yang diwakili yayasan sekolah, intinya semua pihak harus saling menghormati dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

Berita Bekasi Lainnya  Covid-19 di Kota Bekasi Naik 90 Persen, Ketersediaan Tempat Tidur Menipis

Menurutnya, secara tata ruang lokasi pembangunan tersebut memang berada di zona jasa dan perdagangan sehingga sesuai dengan RDTR dan RTRW Kota Bekasi. Namun pelaksanaan pembangunan tetap harus mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Dari sisi tata ruang memang sesuai karena zonanya jasa dan perdagangan. Tetapi dalam pelaksanaannya harus tetap menjaga kondisi supaya tidak ada yang merasa dirugikan atau terganggu,” katanya.

Sebagai tindak lanjut atas pengaduan sekolah dan wali murid, Distaru memutuskan menghentikan sementara aktivitas pembangunan sambil menunggu pembahasan lebih lanjut.

“Diberhentikan sementara sambil dilihat situasi dan kondisi, termasuk persoalan yang dikhawatirkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar,” katanya.

Arief menyebut sejumlah aspek yang menjadi perhatian di antaranya kebisingan, keselamatan konstruksi, dampak lalu lintas hingga kenyamanan lingkungan belajar siswa. Pemerintah juga akan melibatkan dinas terkait untuk melakukan evaluasi.

Berita Bekasi Lainnya  Distaru Bekasi Hentikan Sementara Pembangunan Lapangan Padel Dekat Sekolah 

“Kalau terkait kebisingan nanti melibatkan Lingkungan Hidup, kemudian kekhawatiran macet juga ada Dinas Perhubungan. Untuk keselamatan, kontraktor dan konsultan pengawas harus bisa menjamin semuanya aman,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak AIS Bekasi mengaku telah mengirimkan surat keberatan sejak Januari 2026 kepada Pemerintah Kota Bekasi, kecamatan, kelurahan hingga dinas terkait.

Sekolah juga mempertanyakan proses penerbitan izin yang tetap keluar meski keberatan telah disampaikan lebih dahulu.

Selain menyoroti aktivitas pembangunan yang disebut berlangsung hingga malam hari, pihak sekolah juga mengkhawatirkan operasional lapangan padel nantinya akan menimbulkan kebisingan karena proyek tersebut direncanakan menghadirkan lima lapangan padel lengkap dengan area kafe.

Hingga kini, pembangunan proyek masih menunggu hasil kesepakatan dan solusi bersama antara seluruh pihak terkait.

Berita Bekasi Lainnya  Kota Bekasi Belum Terapkan E-TLE, Penertiban Masih Manual

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *