Bekasi  

Lanjutan Mobil MBG Tabrak Pedagang hingga Tewas di Bekasi Timur, Polisi Tetapkan Sopir Tersangka

Dari hasil rangkaian penyidikan Polres Metro Bekasi Kota, sopir berinisial WS (56) ditetapkan tersangka akibat kelalaian.

Bekasi - Kondisi mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak dua pedagang gerobak di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Arenjaya, Bekasi Timur, Selasa (12/5/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.
Kondisi mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak dua pedagang gerobak di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Arenjaya, Bekasi Timur, Selasa (12/5/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Kecelakaan yang melibatkan mobil pengantar Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan seorang pedagang tahu crispy meninggal dunia di Bekasi Timur beberapa waktu lalu masuk dalam ranah pidana.

Dari hasil rangkaian penyidikan Polres Metro Bekasi Kota, sopir berinisial WS (56) ditetapkan tersangka akibat kelalaian.

Kasus ini bermula ketika Mobil dapur umum yang dikemudikan WS menabrak sejumlah pedagang kaki lima hingga mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka. Usai menyandang status tersangka, WS langsung dijebloskan ke sel tahanan.

“Pelaku sudah diamankan oleh kami dan saat ini proses hukumnya terus berlanjut. Yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol, Kusumo Wahyu Bintoro, saat dikonfirmasi pada Rabu (3/6/2026).

Kusumo menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan saksi-saksi, kecelakaan murni dipicu oleh faktor kelalaian manusia.

Tersangka diduga kehilangan kendali atas kendaraan taktis dapur umum tersebut karena terkejut saat melihat sepeda motor melintas mendadak di depannya.

“Penyebab kecelakaan yaitu akibat kelalaian pengemudi yang mengakibatkan korban mengalami luka berat lalu meninggal dunia. Untuk indikasi penyebab lainnya masih dalam proses penyelidikan,” kata Kusumo menambahkan.

Insiden yang melibatkan kendaraan logistik program prioritas pemerintah pusat ini memicu reaksi keras dari Pemerintah Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat itu mendesak manajemen SPPG untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem perekrutan, kelaikan armada, hingga manajemen waktu kerja para sopir logistik.

Pemerintah Kota Bekasi mensinyalir ada faktor kelelahan kerja yang dialami pengemudi akibat kejar target distribusi pangan.

Selain mengevaluasi mitigasi risiko di jalan raya, Pemkot Bekasi meminta Badan Gizi Nasional dan SPPG menunjukkan tanggung jawab konkret serta empati terhadap keluarga korban terdampak.

Operator program MBG didesak untuk menjamin seluruh biaya pengobatan korban luka hingga pulih, termasuk memberikan dana kompensasi bagi keluarga pedagang yang kehilangan mata pencaharian akibat hancurnya lapak jualan mereka.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *